Kiai-afif-M.jpg

Pakar Ushul Fiqh: Vaksin AstraZeneca Boleh Digunakan

Diposting pada
KH Afifuddin Muhajir dalam sebuah acara. (FT / youtube / duta.co)

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa perusahaan vaksin Corona termasuk Pfizer, Moderna dan AstraZeneca telah mengkonfirmasi bahwa vaksin Corona firus yang baru tidak mengandung babi dan halal.

Di sisi lain, ilmuwan kimia menyatakan bahwa tripsin hewan yang dijadikan vaksin telah mengalami perubahan kimiawi. Artinya, perubahan menghasilkan jenis dan sifat materi yang berbeda dari substansi aslinya. Dalam ilmu fiqh, jenis perubahan ini dikenal dengan istilah istihalah (استحالة).

Di kalangan ahli hukum (ahli fiqh) terdapat perbedaan pendapat tentang istihalah. Ada yang berpendapat bahwa semua benda najis, termasuk anjing dan babi, bisa menjadi suci dengan istihlah, sementara yang lain berpendapat bahwa istihlah hanya bisa menyucikan kulit bangkai dan kulit anjing dan babi dengan cara tanning dan chomer pada saat itu. berubah menjadi cuka.

Bahkan kami lebih memilih mengikuti opini kedua tentang istihalah karena kami lebih perhatian dan sekaligus terbebas dari kontroversi (الخروج من الخلاف مستحب)

Namun pendapat pertama bisa menjadi jalan keluar saat kita berada di tengah situasi dan kondisi seperti saat ini. Oleh karena itu, barangkali makna pernyataan bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah rahmah (اختلاف أمتي رحمة).

Baca Juga :  Ciri Kotak Amal Pendanaan JI Tak Spesifik, Polri: Agar Warga Tak Curiga

والله أجم

KH. Afifuddin Muhajir

Sumber: https://www.facebook.com/100010623735657/posts/1405068056523972/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *