Pandemi Melonjak Lebihi 15 Juta Perkara – Aspiratif News

Pandemi Melonjak Lebihi 15 Juta Perkara - Warta Batavia
Views: 1010
Read Time:3 Minute, 33 Second

Pandemi Melonjak Lebihi 15 Juta Perkara – Aspiratif News

JUMLAH infeksi virus korona (covid-19) di seluruh dunia, kemarin, telah melewati 15 juta Perkara. Lebih dari seperempat dari Perkara terjadi di Amerika Serikat (AS) dan menjadikannya sebagai bagian yang paling terpukul. 

Di AS tercatat lebih dari 140 ribu Perkara kematian dengan hitungan total kematian harian lebih dari 1.000. Dalam beberapa minggu terakhir, AS juga mecatat lebih dari 60 ribu Perkara baru hariannya sehingga secara total infeksi di AS mencapai 3 juta Perkara.

Negara-negara bagian di selatan dan barat daya AS jadi yang paling terpukul. Negaranegara tersebut sebelumnya memberlakukan pembukaan kembali wilayah untuk mengatasi dampak ekonomi yang cukup parah. 

dilansir AFP, Presiden Donald Trump telah Memperingatkan bahwa pandemi kemungkinan akan jadi lebih buruk. Dia pun mulai mengampanyekan usaha penanganan covid-19 dengan mengenakan masker di depan publik.

Tidak sama dengan sebelumnya, Trump menerangkan bahwa virus itu akan hilang dengan sendirinya. Trump pun mengkritik langkah-langkah pembatasan di bermacam negara bagian. Dia tetap menyokong pembukaan kembali ekonomi, bahkan tatkala hitungan total korban telah naik.

READ  Rahasia Dzikir Dalailul Khoirot Abah Guru Sekumpul - Warta Batavia

Virus dengan cepat muncul kembali tatkala keputusan taktik lockdown di sejumlah negara dicabut. Australia, Belgia, Hong Kong, dan Jepang telah mempergunakan langkah-langkah restriktif untuk mengalahkan wabah, tetapi sekarang semuanya berhadapan dengan peningkatan Perkara.

Australia dan Hong Kong mecatat Perkara harian baru yang tinggi, sedangkan Gubernur Tokyo mendesak masyarakat untuk tinggal di rumah selama liburan yang akan Datang karena hitungan total Perkara meningkat. Di Belgia, pemerintah menerangkan bahwa masarakat wajib tetap berpegang pada pedoman sosial untuk menghentikan pandemi.

Bagian langkah yang lebih kontroversial ialah keputusan Afrika Selatan untuk melarang penjualan alkohol dan memberlakukan jam malam. Hal itu dinilai amat ketat dan mematikan ekonomi masyarakatnya.

India Waktu ini juga sudah melewati 1 juta infeksi dan sekarang Ada di belakang AS dan Brasil. Sebuah pemeriksaan mempertunjukkan nyaris seperempat dari populasi di New Delhi Waktu ini terjangkit virus.

Berkeinginan pada vaksin

Krisis telah menyebabkan puluhan juta orang kehilangan pekerjaan di seluruh dunia dan melumpuhkan perdagangan global. Untuk menyelamatkan ekonomi, Uni Eropa belum lama ini Setuju paket sokongan 750 miliar euro atau US$858 miliar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

READ  Guntur Romli Protes Doa Mujahid 212 yang Melaknat Jokowi Tujuh Turunan - Warta Batavia

Produksi vaksin sekarang jadi kunci untuk memastikan situasi bisnis dan masarakat umum dapat kembali mendekati normal. Lebih dari 200 kandidat obat tengah dikembangkan dengan 23 di antaranya telah dikembangkan ke uji klinis.

Pemerintah AS telah setuju untuk membayar nyaris US$2 miliar untuk 100 juta dosis vaksin potensial yang dikembangkan perusahaan Jerman, Biontech, dan raksasa AS, Pfizer.

Kandidat terkemuka lainnya, yang dikembangkan sebagian raksasa farmasi Astrazeneca, mendaftarkan hasil yang menjanjikan dari uji klinis minggu ini. “Kami berkeinginan dapat menghasilkan vaksin pada akhir tahun sekarang. Mungkin sedikit lebih awal jikalau semuanya berjalan dengan baik,” kata pimpinan Astrazeneca, Pascal Soriot. (X-11)


 


Pandemi Melonjak Lebihi 15 Juta Perkara – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *