Panduan Shalat Idul Kurban Aman dari Covid-19 – Aspiratif News

Panduan Shalat Idul Kurban Aman dari Covid-19 - Aspiratif News
Views: 19
Read Time:2 Minute, 45 Second

Panduan Shalat Idul Kurban Aman dari Covid-19 – Aspiratif News

Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Kurban 10 Zulhijah 1441 Hijriah pada Jumat, 31 Juli 2020.

Keputusan itu ditetapkan dalam sidang isbat awal bulan Zulhijah 1441 Hijriah/20120 Masehi, Selasa (21/7/2020).

“Dinyatakan Idul Kurban tanggal 10 Zulhijah 1441 Hijriah jatuh pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi melalui siaran langsung Kemenag RI, Selasa malam seperti dikutip dari kompas.com.

Menag meminta supaya ummat Islam patuh pada protokol kesehatan waktu melaksanakan shalat Idul Kurban karena Idul Kurban tahun sekarang akan digelar pada situasi pandemi Covid-19,

Menag pun telah mengeluarkan surat edaran Masalah penyelenggaraan shalat Idul Kurban yang aman Covid-19.

Dalam SE bernomor 18 tahun 2020 itu, disebutkan bahwa jemaah yang hendak melaksanakan shalat Idul Kurban di masjid mesti lebih dulu dicek suhu tubuhnya, dan dipastikan tidak berusuhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celsius.

jema’ah juga mesti menjaga jarak 1 dengan yang lain minimal 1 meter. Lalu, wajib bagi semua jemaah menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.

READ  "Doktor Gembel" Dari Pati, Namanya Abadi Selaku RSUD Dr Moewardi

Anak kecil, lansia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi untuk Covid-19 pun diimbau tidak ikut shalat Idul Kurban.

Menag berharap isi dari surat edaran tersebut dipatuhi oleh semua ummat Islam.

“Dengan begitu, Pelaksanaan shalat Idul Kurban dan penyembelihan haewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid-19,” kata Fachrul melalui Penjelasan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Berikut bunyi petikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 Masalah Pelaksanaan shalat:

Shalat Idul Kurban boleh ditunaikan di lapangan/masjid/ruangan dengan syarat sebagai berikut:

1. Mempersiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat tempat Pelaksanaan;

2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di tempat tempat Pelaksanaan;

3. Membatasi hitungan total pintu/jalur keluar masuk tempat Pelaksanaan untuk memudahkan penerapan dan kontrol protokol kesehatan ;

4. Menyediakan Fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;

5. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jikalau ditemukan jamaah dengan suhu lebih dari 37,5 derajat celsius (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan masuk tempat tempat Pelaksanaan;

READ  Resep Soto Daging Sapi Sokaraja Purwokerto - Warta Batavia

6. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda spesial minimal jarak 1 meter;

7. Mempersingkat Pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Kurban tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;

8. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan untuk penularan penyakit;

9. Penyelenggara memberikan imbauan untuk penduduk Soal hal protokol kesehatan Pelaksanaan shalat Idul Kurban yang meliputi:
– jema’ah dalam kondisi sehat;
– Membawa sajadah/alas shalat masing-masing;
– Mempergunakan masker semenjak keluar rumah dan selama Ada di tempat tempat Pelaksanaan;
– Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan mempergunakan sabun atau hand sanitizer
– Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
– Menjaga jarak antarjemaah minimal 1 meter;
– Meminta untuk tidak ikut shalat Idul Kurban bagi bocah kecil dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi untuk Covid-19.

(Suara Islam)


Panduan Shalat Idul Kurban Aman dari Covid-19 – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *