konferensi-pers-partai-demokrat-kubu-moeldoko-di-hambalang-foto-sachrildetikcom-2_169.jpeg

Partai Demokrat Kubu Moeldoko Minta Maaf Kegaduhan ke Rakyat dan Jokowi

Diposting pada

Partai Demokrat Moeldoko meminta maaf karena telah menimbulkan begitu banyak keributan. Menurut versi KLB Partai Demokrat Deli Serdang, keributan yang terjadi akibat penuturan menyesatkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“SBY dan AHY melalui juru bicaranya telah mengkonstruksi narasi yang menyesatkan, termasuk menuduh pemerintahan Presiden Jokowi atau Istana terlibat, menuduh Pak Moeldoko membeli Partai Demokrat, demikian SBY dalam pernyataannya menyatakan Partai Demokrat tidak untuk dijual. Ia menyalahkan kudeta terhadap partai. Di luar kotak; dan tuduhan lain yang sama sekali tidak berdasar. SBY dan AHY juga bertindak sebagai korban, seolah-olah menyinggung partai dan membayangkan diri di masyarakat luas bahwa Demokrat dan demokrasi harus diselamatkan, kata Moeldoko Juru Bicara Partai Demokrat, M. Rakhmad, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Rakhmad mengungkapkan, SBY dan AHY telah memaksa kader Partai Demokrat untuk menandatangani surat pernyataan disertai ancaman dan / atau PHK. Menurut dia, aksi tersebut menimbulkan keresahan dan keresahan.

Baca Juga :  Menag Gus Yaqut: Pelaksanaan Haji 2021 Masih Tunggu Keputusan Arab Saudi

“Pernyataan dan cara yang tidak bertanggung jawab ini benar-benar menimbulkan keresahan dan gejolak di masyarakat, karena kami dan pemerintah Presiden Jokowi serius mengatasi pandemi COVID-19 dan berusaha membangun kembali sendi-sendi perekonomian nasional.” Dia berkata.

Karena itu, atas nama Partai Demokrat Moeldoko, Rakhmad meminta maaf. Ia meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan masyarakat atas pergolakan yang ditimbulkan.

“Kami atas nama Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan kepada pemerintahan Presiden Jokowi atas kekacauan dan gejolak yang seharusnya tidak terjadi,” kata Rakhmad. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *