ahmad-basarah_169.jpeg

PDIP: Masa Jabatan Presiden 2 Periode Ideal, Tak Ada Pembahasan 3 Periode

Diposting pada

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP Ahmad Basarah menuturkan, pihaknya sama sekali belum membahas perubahan masa jabatan presiden dalam 3 periode. Ini menanggapi tudingan politisi Amien Rais yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan pasal presiden tiga periode.

“Selama ini kami tidak pernah menyangka, apalagi mengambil langkah politik untuk mengubah konstitusi, hanya menaikkan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Begitu juga di MPR, kami tidak pernah membahas masalah masa jabatan presiden dan kami berubah. menjadi 3 term. term. term, “kata Basarah kepada wartawan, Minggu (14/3/2021).

PDIP Wasekjen menyatakan bahwa 2 periode sudah cukup dan tidak perlu diubah lagi. Menurutnya, setiap suksesi pemimpin harus terus dikembangkan.

“Bagi PDIP masa jabatan presiden 2 periode sebagaimana yang berlaku saat ini sudah cukup ideal dan tidak perlu diubah lagi. Hanya saja, harus ada kepastian keberlanjutan pembangunan nasional dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional, jadi Ini dia, apa yang dilakukan presiden. Jangan ubah visi, misi, dan program pembangunan. Nasional itu seperti tarian kecil, berjalan di tempat, ”ujarnya.

Baca Juga :  Dalil Kuat Terbaru Amaliyah Nisfu Sya’ban

Lebih lanjut Basarah mengungkapkan, yang dibutuhkan saat ini adalah perubahan untuk mengembalikan kewenangan MPR. Kemudian MPR dapat menentukan profil kebijakan negara (GBHN).

Atas dasar itu, yang dibutuhkan bangsa kita saat ini adalah amandemen terbatas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk mengembalikan kewenangan MPR untuk menetapkan GBHN dan tidak menambah masa jabatan presiden tiga periode karena bukan kita yang sebenarnya. perbuatan. kebutuhan bangsa sekarang, ”ujarnya.

Amien Rais mengatakan, Presiden Jokowi akan meminta MPR menggelar sidang khusus. Amien mengatakan, dalam sidang khusus itu diduga akan diajukan pasal-pasal tentang masa jabatan presiden tiga periode.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Amien Rais melalui kanal YouTube resmi Amien Rais, yang diunggah pada pukul 20.00 WIB, Sabtu (13/3/2021). Awalnya, Amien menyebut rezim Jokowi ingin menguasai semua institusi tinggi di Indonesia.

“Kemudian yang terpenting yang paling berbahaya adalah memang ada skenario yang luar biasa dan dukungan politik dan finansial sehingga nanti presiden kita Pak Jokowi bisa berpegang teguh pada semua lembaga tinggi negara, terutama DPR, MPR dan DPD. Tapi juga lembaga tinggi negara lainnya, maka bisa juga melibatkan Tni dan Polri untuk diajak berpolitik sesuai selera rezim, ”kata Amien.

Baca Juga :  [Video]10 Alasan Mengapa Ansarullah Menolak Usulan Damai Arab Saudi

Amien lantas mengatakan, usai audit lembaga negara, Jokowi akan meminta MPR menggelar sidang khusus. Salah satu agenda sidang khusus itu adalah memasukkan pasal-pasal untuk masa jabatan presiden hingga tiga periode.

“Jadi sekarang ada semacam opini publik yang awalnya kabur, tapi sekarang semakin jelas ke arah mana rezim Jokowi akan pergi. Jadi mereka akan mengambil langkah pertama untuk meminta sidang khusus MPR, bisa satu atau 2. pasal, kata dia, untuk dikoreksi, yang saya butuhkan juga. Saya tidak tahu, tapi nanti akan ditawarkan dan kemudian memberi hak presiden untuk dipilih tiga kali, nah kalau itu yang mereka inginkan. maka saya rasa kita bisa langsung mengiyakan innalillahi wa inna ilaihi rajiun, ”ucapnya.

“Jadi semuanya ada tahapannya, sekarang atau tidak pernah besok akan terlambat,” tambah Amien. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *