d034bd23-1ea2-4ebd-92ed-357aef18b3c6_169.jpeg

PDIP soal ‘SBY Bilang Mega Kecolongan’: Sekarang Jelas Siapa Zalimi Siapa

Diposting pada

Eks Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie berani bermubahalah atas pernyataan soal ‘SBY bilang Megawati kecolongan’. Terlepas dari benar atau tidak, politikus PDIP Hendrawan Supratikno menyebut pernyataan itu menjelaskan siapa pihak yang melakukan tindakan menzalimi saat itu.

Awalnya, Hendrawan menanggapi pernyataan Marzuki Alie dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang wajar dalam politik. Menurutnya diksi ‘kecolongan’ yang disampaikan Marzuki merupakan bahasa politik yang biasa dalam politik.

“Apa yang disampaikan Marzuki Alie sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Logis dan masih dalam kerangka siasat politik, karena pada waktu itu memang sedang ada euforia pilpres secara langsung. Diksi ‘kecolongan’ juga bahasa biasa dalam politik. Bahkan kata ‘kecolongan’ dalam konteks kontestasi berasosiasi dengan kelihaian berpolitik,” kata Hendrawan saat dihubungi, Kamis (18/2/2021).

Hendrawan menilai tidak perlu ada kegusaran antara pihak Partai Demokrat dan Marzuki Alie. Dia menegaskan itu hal biasa dalam politik.

“Dalam perspektif demikian, sesungguhnya tidak diperlukan pro-kontra atau tafsir yang bukan-bukan. Tidak diperlukan kegusaran dan kegelisahan berlebih dalam menanggapi pembicaraan episodik tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Tuduhan Al-Qur’an Palsu yang Serampangan

Meski begitu, Hendrawan mengatakan kesiapan Marzuki Alie bermubahalah soal ‘SBY bilang Mega kecolongan’ menunjukkan pihak mana yang sebetulnya melakukan tindakan menzalimi. Hendrawan menyebut sejarah membuktikan SBY memposisikan diri dizalimi.

“Bahwa Pak SBY memosisikan diri sebagai pihak yang dizalimi, dan diuntungkan secara elektoral, pun sudah menjadi fakta sejarah. Sekarang semua jelas, siapa yang menzalimi siapa,” ujarnya.

Hendrawan menegaskan PDIP akan tetap menjunjung tinggi konsistensi dan loyalitas terlepas dari persoalan tersebut. Dia juga tidak mempersoalkan siapa antara Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief atau Marzuki Alie yang mengarang cerita

“Kami tetap berdiri tegak di atas moralitas dan etika politik yan kami yakini, yang menjujung kejujuran, konsistensi dan loyalitas. Kami tidak mempersoalkan ngarang atau tidak. Konten dan konteks pernyataan tersebut tidak mengejutkan kami,” tuturnya.

Perihal SBY bilang Megawati kecolongan ini disampaikan Marzuki Alie dalam YouTube. Menurut Marzuki, pada 2004, SBY saat itu mengajaknya bertemu di hotel dan terjadilah obrolan soal ‘Megawati kecolongan’ ini.

Baca Juga :  [Berita Gambar] Pasukan Israel Menembak Remaja Palestina di Yerusalem al-Quds

Marzuki, yang pernah menjabat Ketua DPR, lantas mengulang ucapan SBY dalam pertemuan tempo lalu itu. Menurutnya, SBY menyebut Megawati akan kecolongan karena langkah yang akan dilakukannya saat itu.

“Pak SBY menyampaikan, ‘Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini’. Kecolongan pertama, dia yang pindah. Kecolongan kedua, dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya. ‘Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini’. Ada beberapa yang disampaikan ke saya, ‘nanti saya kenalkan ini, nanti gini’,” ucap Marzuki Alie dalam video itu yang kemudian mempersilakan pernyataannya dikutip, Kamis (18/2). [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *