Pemanfaatan Logo NU di Sarung Seizin PBNU – Aspiratif News

Views: 39
Read Time:4 Minute, 24 Second

Pemanfaatan Logo NU di Sarung Seizin PBNU – Aspiratif News

Pekalongan, Aspiratif News

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan H Muhtarom menerangkan, pemanfaatan logo di tekstil sebagaimana diwartakan Aspiratif News beberapa waktu lalu sesungguhnya tidak asal pasang. alasannya, seperti PCNU Kota Pekalongan yang memasang logo NU pada sarung ibad aswaja sudah seizin PBNU.


“Pada awal 2015, PCNU Kota Pekalongan berkirim surat dan sowan ke PBNU untuk menyampaikan maksud dan mohon izin untuk memproduksi sarung, baju seragam, peci dan uniform-uniform lain dengan menyertakan logo NU,” ujarnya.


Hal itu disampaikan untuk Aspiratif News, Ahad (21/6) di Pekalongan merespon berita Aspiratif News edisi Sabtu (20/6) soal ‘industri tekstil wajib jaga etika pemanfaatan logo NU’.


Dikatakan, apa yang dikerjakan PCNU Kota Pekalongan dengan membikin atribut berlogo NU ialah berangkat dari keprihatinan yang mendalam, yaitu tatkala warga NU yang kebanyakan di negeri ini selalu cuma sebagai obyek ekonomi dan politik dari orang atau kelompok lain.


“Maka, PCNU Kota pekalongan mencoba menawarkan konsep sederhana dalam pemanfaatan kemungkinan internal supaya maslahah bagi NU dan warga Nahdliyin,” ujarnya.


Dia mencontohkan, warga NU ialah konsumen dan pemakai terbesar produk sarung yang diproduksi di Indonesia. Ironisnya, nyaris 99 % produsennya bahkan bukan dari kalangan NU sendiri. Bahkan, yang terbesar ialah perusahaan/pabrik yang dipunyai orang yang jelas-jelas jadi donatur dari kelompok-kelompok yang menyerbu amaliyah NU dan membiayai de-NU-isasi.

READ  Hasil Tabayyun Himasal Malang dengan Pimpinan NUGL Pak Luthfi Bashori - Warta Batavia


“Nama-nama yang berbau NU seperti NU, Aswaja, manakib, dan lain-lain mereka patenkan merknya supaya warga NU dan lembaga NU tidak dapat mempunyai produk dengan merk dan brand legal atas nama tersebut,” katanya.

Belum percaya diri

Di waktu ramainya perang pemikiran (ghazw al-fikr) dan penguasaan ruang-ruang publik, lanjutnya, nyaris tidak kelihatan identitas atau atribut-atribut NU. Warga dan kader NU masih belum percaya diri dan masih malu-malu untuk memperlihatkan jati dirinya untuk publik bahwa dirinya NU.


“Sementara, lawan begitu percaya diri dan bahkan selalu mengkampanyekan simbol simbol kelompok atau organisasinya untuk orang lain. Bahkan, untuk warga NU,” tegasnya.


Disampaikan, dengan modal pengalaman dari personil-personil PCNU dalam produksi sarung dan batik, PCNU Kota Pekalongan memerintahkan untuk LPNU cepat mengawali produksi supaya dapat diperkenalkan dalam event muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur 2015 silam.


“Dalam produk sarung, sengaja disertakan logo NU di bagian sisi tumpal dengan maksud supaya ada respons dari para masyayikh NU, stakeholders NU, struktur NU, dan warga NU di semua lapisan baik respon positif maupun negatif,” jelasnya.


Respons yang diinginkan waktu itu, sambungnya, berupa kritik dan anjuran dari sudut adab, estetika, dan kepantasan dalam pemanfaatan logo NU di bagian sisi tumpal sarung. Respons yang masuk sebagian besar bahkan positif dan memberikan apresiasi atas diluncurkannya produk sarung NU.

READ  Giroud Akan Bertahan di Stamford Bridge Sampai 2021 - Aspiratif News


“Di antara respons positif memberikan argumentasi bahwa ke-1 logo NU di sarung memperlihatkan suatu kebanggaan bahwa lembaga ekonomi NU dapat memproduksi pakaian khasnya untuk memperlihatkan identitas, kebanggaan, dan usaha pemberdayaan ekonomi lembaga maupun warga,” ungkapnya.


Ke-2, lanjut dia, penempatan logo NU di bagian tumpal masih ditolerir dari sudut adab dan estetika. Karena di situlah letaknya jikalau seseorang ingin memperlihatkan jati diri dan kebanggaan untuk NU melalui sarung.


“Ketiga, jikalau dirasa kurang sreg dan terkesan su’ul adab maka pemakaian sarung dapat dibalik, yaitu memposisikan logo NU di atas sehingga tidak tampak dan tidak kuatir jadi lambaran pantat tatkala duduk. Ke-4, pemanfaatan logo NU dapat diganti dengan logo lain tatkala warga NU sudah mengetahui bahwa NU sanggup memproduksi kebutuhan warganya sendiri,” papar Tarom.

Kemungkinan ekonomi

Kelima, lanjut Muhtarom, bahwa produk ini dapat dipakai untuk memancing munculnya potensi-potensi ekonomi di lingkungan NU untuk memberdayakan jam’iyah dan jamaah, sehingga NU dapat keluar dari stigma negatif sebagai organisasi proposal dan selalu menunggu uluran tangan orang lain.


“Respons positif dari kalangan internal NU dibuktikan dengan makin banyaknya warga punya nyali memperlihatkan jatidrinya dengan mempergunakan pakaian baik sarung, baju, peci, sorban, kerudung, jilbab, kaos dan lain-lain yang menyertakan logo NU,” bebernya.


ia menambahkan, identitas NU yang ditunjukkan melalui media lain juga makin marak, termasuk di media sosial dan ruang-ruang ruang publik. Meningkatnya permintaan pasar untuk pakaian beratribut NU  memancing beberapa pihak baik dari warga NU maupun maupun non NU untuk memproduksi barang barang yang sama seperti yang diproduksi oleh LPNU Kota Pekalongan.

READ  Lirik Mars Nahdlatul Ulama' (NU) - Memanggil Kita - Warta Batavia


“Awalnya, mereka meniru persis baik bahan baku, motif, maupun kemasannya. Tetapi, belakangan mereka di samping masih tetap menjiplak produk LPNU, juga mulai membikin inovasi-inovasi dalam produknya. Contoh terobosan produk ialah baju batik, koko, dan sarung batik berlogo NU,” ucapnya. 


Tetapi, sambungnya, amat disayangkan karena di samping mereka sebagian besar tidak memberikan Andil nyata untuk lembaga NU juga memposisikan logo NU di sembarang tempat yg tidak elok dilihat dan dirasa, seperti penempatan logo NU di sebar di seluruh bagian motif bahkan di bagian pantat. 


“Inilah yang akhirnya makin membikin kontroversi dalam pemanfaatan logo NU di sarung seperti respons yang ditunjukkan oleh sekretaris jendral PBNU melalui Aspiratif News dan dikomentari oleh banyak nutizen baik yang pro maupun kontra,” tandasnya.


Warga NU Kota Pekalongan H Marzuki Islamil (55) mengakui bangga mempergunakan sarung maupun atribut lain berlogo NU. alasannya, ada kebanggaan tersendiri saban kali memakainya baik untuk aktifitas jam’iyah maupun jamaah.


Pewarta: Abdul Muiz

Editor: Musthofa Asrori

Pemanfaatan Logo NU di Sarung Seizin PBNU – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *