Pembelajaran Jarak Jauh Wajib Disokong Kurikulum yang Adaptif – Aspiratif News

Views: 10
Read Time:3 Minute, 34 Second

Pembelajaran Jarak Jauh Wajib Disokong Kurikulum yang Adaptif – Aspiratif News

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah cepat menyederhanakan kurikulum agar lebih adaptif diterapkan dalam sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19. 

Tujuannya, agar lebih adaptif bukan sebagai kurikulum baru, melainkan pengembangan perangkat mata pelajaran dengan cara menganalisis subjek kurikulum berdasar strategi pembelajaran berbasis online.

Menurut Lestari, tanpa penyederhanaan kurikulum yang lebih adaptif, belajar jarak jauh dipastikan gagal.

“Bangsa ini akan melahirkan 1 generasi drop out, dalam arti 1 generasi putus didik,” kata Lestari Moerdijat dalan Penjelasan tertulisnya, Minggu (21/6).

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, ‘drop out’ itu bukan dalam makna ‘putus sekolah’, karena sekolah secara formal berlanjut berupa PJJ.  

Akan tetapi, tambahnya, karena kurikulum tidak disederhanakan adaptif ikut format PJJ, maka sebetulnya maksud pembelajaran tidak tercapai, yang terjadi ialah bocah kecil ‘putus didik’.

Menurut Rerie, penyederhanaan kurikulum setidaknya menyangkut 3 hal, ialah materi pelajaran yang disarikan, jam pelajaran yang lebih singkat, dan guru yang lebih interaktif dengan peserta didik.

READ  Prancis Laporkan 369 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam - Aspiratif News

Hambatan psikologis dan teknis peserta didik,  orang tua dan guru, jelasnya, wajib pula cepat diatasi sebelum menjalankan kurikulum tersebut.

“Menanamkan pola pikir yang sama Soal hal cara baru belajar dari selama ini tatap muka jadi belajar jarak jauh ini wajib cepat ditunaikan, agar para pemangku kepentingan dapat bergerak berbarengan merealisasikannya,” kata Legislator Partai NasDem itu.

Menjelang tahun ajaran baru Juli yang akan Hadir, menurut Rerie, orang tua, peserta didik dan guru masih bertanya-tanya Soal hal pola belajar yang akan mereka jalani. 

Dia menjelaskan dengan tegas, Penting sosialisasi yang masif sebelum Pelaksanaan PJJ sehingga baik orang tua, peserta didik dan para guru dapat mempersiapkan pola belajar dengan baik.

Pola PJJ, Jelas dia, pada praktiknya memerlukan kerja sama yang erat antara peserta didik, orang tua dan guru. Pemahaman yang sama Soal hal PJJ, tambahnya, menentukan kesuksesan dalam pola pembelajaran tersebut.

Sistem belajar jarak jauh, menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, menuntut guru, pemerintah dan peserta didik lebih kreatif dalam menjalankan proses belajar mengajar.

READ  Komisi I DPR Minta Jangan Ada yang Ragukan Nasionalisme Enzo

Pembuatan konten-konten digital dengan muatan lokal sebagai materi ajar dalam sistem belajar jarak jauh misalnya, menurut dia, menuntut Skill dan sokongan teknis dari guru dan pemerintah pusat serta daerah.

“Sokongan teknis berupa peningkatan kualitas tenaga pengajar dan sokongan teknis pendanaan untuk merealisasikan sejumlah Sarana penyokong di sekolah dapat cepat diwujudkan.”

Adapun peserta didik dan orang tuanya, Jelas dia, juga Penting dipersiapkan sisi psikologisnya bahwa cara belajar jarak jauh juga sama hasilnya dengan belajar dengan tatap muka di kelas, jika ditunaikan dengan strategi yang benar dan kreatif.

Akselerasi penyediaan infrastruktur sebagai bagian dari Sarana PJJ, menurut Rerie, wajib cepat ditunaikan. “Melibatkan bagian swasta dan BUMN misalnya, dapat jadi alternatif jalan keluar untuk merealisasikan Sarana dan prasarana seperti jaringan internet agar dapat menjangkau pelosok Tanah Air,” pungkasnya. (OL-8).


Pembelajaran Jarak Jauh Wajib Disokong Kurikulum yang Adaptif – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *