Penelitian-Temukan-KDRT-di-AS-Meningkat-Selama-Pandemi-Covid-19.jpg

Pemeriksaan Temukan KDRT di AS Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Diposting pada

Pemeriksaan Ungkap KDRT Meningkat di AS Selama Pandemi Covid-19

WASHINGTON – KDRT (Aksi anarkis Dalam Rumah Tangga) Ternyata tidak cuma terjadi di negara di negara berkembang, tetapi juga terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat. Sebuah pemeriksaan yang belum lama ini diterbitkan dalam jurnal Radiology mengungkap bahwa sudah terjadi insiden dan tingkat keparahan aksi anarkis pasangan intim fisik (IPV) yang lebih meningkat selama pandemi Covid-19 di negara bagian Massachusetts dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Studi tersebut menilai data dari Brigham and Women’s Hospital di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Dalam pemeriksaan tersebut juga mengungkapkan bahwa walaupun lebih sedikit pasien yang memberitahukan IPV secara keseluruhan, kejadian IPV pada tahun 2020 selama pandemi Covid-19 ialah 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian antara 2017 dan 2019. Para peneliti membandingkan data dari 26 korban IPV pada tahun 2020 dengan data dari 42 korban IPV fisik dari tahun 2017 sampai 2019.

“Hitungan total total cedera dalam (cedera pada organ dalam) ialah 28 selama 2020 dibandingkan 16 dari 2017 sampai 2019. Hitungan total cedera dalam per korban ialah 1,1 selama 2020 dibandingkan dengan 0,4 dari 2017 sampai 2019,” menurut studi yang diterbitkan oleh Radiological Society of North America, seperti dikutip Sputnik.

Baca Juga :  Associated Press Salahkan Prancis Soal Pemenggalan dan Serangan Teror

Studi tersebut juga menemukan bahwa insiden penghinaan berisiko tinggi, yang didefinisikan selaku cedera yang dikarenakan oleh pencekikan, penusukan, cedera bakar atau pemanfaatan senjata seperti pisau, senjata dan benda lain, 2 kali lebih besar selama pandemi Covid-19.

Kecuali itu, korban IPV selama pandemi lebih cenderung berkulit putih. Sementara 65% korban pada tahun 2020 berkulit putih, selaku perbandingan cuma 26% antara tahun 2017 dan 2019.

Babina Gosangi, bagian penulis studi dan asisten profesor radiologi di Yale New Haven Health di New Haven, Connecticut, menceritakan bahwa para korban selama pandemi juga mengalami lebih banyak cedera dada dan perut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Misalnya, 1 korban menderita beberapa patah tulang rusuk bilateral dengan pneumotoraks kanan dan memar paru bilateral, memerlukan perawatan di RS selama lebih dari 10 hari, sesudah dia berkali-kali ditinju di dada. Korban lainnya ditikam di bagian perut dan mengalami laserasi pada hati dan ginjal,” katanya.

Pneumotoraks terjadi waktu udara terkumpul di ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara memotivasi bagian luar paru-paru dan dapat menyebabkannya kolaps.

Baca Juga :  Inilah 5 Topik Debat Ke-1 Trump vs Biden Hari Ini

“Studi kami mempertunjukkan insiden IPV yang lebih tinggi, baik dalam hitungan total dan proporsi absolut, dengan cedera yang lebih parah, walaupun lebih sedikit pasien yang memberitahukan IPV,” terang Bharti Khurana, seorang penulis studi serta peneliti Inti dan direktur Pusat Pemeriksaan Pencitraan Trauma dan Terobosan di Hospital Brigham dan Perempuan.

“Ini mempertunjukkan bahwa korban melapor ke Sarana perawatan kesehatan pada tahap akhir siklus penghinaan. Ketakutan tertular infeksi dan penutupan situs rawat jalan mungkin melarang korban penghinaan fisik atau emosional ringan untuk mencari dukungan dibandingkan dengan era pra-pandemi,” sambungnya.

Dia menceritakan, selaku penyedia servis kesehatan, pihaknya kehilangan Peluang untuk mengidentifikasi korban di awal siklus selama pandemi.

“Korban masih kurang diadukan sebab takut mencari perawatan sebab Covid-19. Pada waktu yang sama, cedera terkait IPV mungkin diabaikan atau disalahartikan, sebab dokter garis depan kami kewalahan dengan sejumlah besar pasien Covid-19 di Departemen Darurat,” ujarnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, siapa pun yang mengalami aksi anarkis dalam rumah tangga (KDRT) wajib membikin planning untuk menentukan cara agar tetap aman, mempraktikkan perawatan diri, dan mencoba mempertahankan hubungan sosial melalui panggilan telepon, teks, dan platform media sosial. (ra/aspiratif)

Baca Juga :  Pemilihan presiden AS: Momen di Mana Dukun-dukun Peru Adu Kesaktian

Pemeriksaan Temukan KDRT di AS Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Pemeriksaan Temukan KDRT di AS Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *