Pemerintah Diminta Libatkan Publik figur Agama Lebih Intens dalam Penanganan Covid-19   – Aspiratif News

Views: 15
Read Time:2 Minute, 2 Second

Pemerintah Diminta Libatkan Publik figur Agama Lebih Intens dalam Penanganan Covid-19   – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

 

Wabah covid19 masih jadi momok di Indonesia. Menurut catatan Pemerintah per hari Rabu (17/6), Ada penambahan Perkara positif mencapai 1.031 orang, sehingga total kejadian positif mencapai 41.431. Sementara itu pasien sembuh jadi 16.243 sesudah ada penambahan sebanyak 540 orang dan Perkara meninggal jadi 2.276 dengan penambahan 45 orang.

 

Dalam kondisi terjadinya peningkatan hitungan total penderita seperti itu, kerjasama antara pemerintah dan masarakat yang kuat jadi kunci sukses untuk mengalahkan Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah diminta melibatkan publik figur masarakat dan publik figur agama secara lebih intens.

 

“Dengan peran para publik figur agama, masarakat diinginkan dapat paham dan mentaati aturan untuk memberantas Covid-19,” ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. KH. Ahmad Satori Ismail di Jakarta beberapa waktu lalu. 

 

menurutnya, tanpa peran aktif publik figur masarakat dalam meminta anggotanya, pemerintah diprediksi akan mengalami kerepotan dalam mengendalikan pandemi ini. Artinya, keterlibatan publik figur agama, menurut Satori, dapat meringankan tugas pemerintah dalam membentuk pemahaman komunal untuk berperilaku sesuai protokol kesehatan yang dibuat pemerintah seperti menjaga jarak dan mempergunakan masker.

 

READ  Gema Pembebasan (Sayap HTI) Riau: Syariat Islam Jalan penyelesaian Bencana Asap

Dalam kondisi masarakat yang telah menyadari perlunya menerapkan protokol kesehatan seperti itu, ia menerangkan, bangsa Indonesia akan lebih leluasa dalam menjalankan kehidupan normal baru atau New Normal secara lebih baik.

 

“Saya kira jikalau New Normal diterapkan, tiap-tiap orang mesti memperhatikan aspek kesehatan. Dan dalam keputusan taktik New Normal sesudah PSBB ini pemerintah wajib memberikan sosialisasi ke masarakat, agar walaupun New Normal sudah diterapkan, masarakat aman dari virus Corona,” ujarnya.

 

Ia mengakui juga menyadari urgensi penerapan kehidupan normal baru yang salah satunya untuk menjalankan roda ekonomi, sehingga perekonomian dapat cepat pulih seperti sedia kala. Sebab sebaliknya, jika kehidupan tidak cepat berjalan maka akan berdampak pada problem ekonomi dan sosial yang lebih luas, seperti gangguan kriminalitas, dan gejolak sosial lainnya.

 

menurutnya, keputusan taktik yang mengatur kehidupan normal baru ini memerlukan sosialisasi yang serempak dari pemerintah pusat sampai daerah, sehingga pemahaman masarakat dapat paham dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

 

READ  Virus Corona Catat Rekor Baru, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.400 per Dolar AS - Aspiratif News

Dengan adanya sosialisasi dari pemerintah pusat sampai daerah, masarakat diinginkan tidak lagi takut keterlaluan sehingga tidak mau keluar rumah untuk menjalankan aktifitas perekonomian. Akan tetapi di sisi yang lain, ia juga berkeinginan agar warga tidak keterlaluan bernyali sehingga bersikap ceroboh dalam berhadapan dengan virus ini, misalnya dengan keluar rumah tidak mempergunakan masker.

 

Editor: Ahmad Rozali

Pemerintah Diminta Libatkan Publik figur Agama Lebih Intens dalam Penanganan Covid-19   – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *