ilustrasi-pesawat_169.jpeg

Pemerintah RI Setop Visa untuk WNA dari India!

Diposting pada
ilustrasi pesawat 169 Pemerintah RI Hentikan Visa untuk Orang Asing dari India!

Pemerintah Indonesia sedang mengambil langkah untuk meningkatkan jumlah kasus Covid-19 di India. Sekarang, pemerintah telah berhenti memberikan visa kepada orang asing yang pernah tinggal atau mengunjungi India dalam 14 hari terakhir.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga merupakan ketua panitia penanggulangan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Awalnya, Airlangga menyebut kasus harian Corona di India yang sudah melewati angka 300.000.

Saat ini, beberapa negara sudah mulai melarang atau membatasi masuknya perjalanan dari India. Airlangga mengatakan, negara yang melarang termasuk Hong Kong, Selandia Baru, Pakistan, Arab Saudi, Inggris, Singapura, dan Kanada.

Berdasarkan pantauan tersebut, pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa kepada WNA yang pernah tinggal dan / atau berkunjung ke India dalam waktu 14 hari, ”kata Airlangga.

Bagaimana dengan WNI asal India yang ingin kembali ke Indonesia? Pemerintah masih membuka pintunya tetapi protokolnya lebih ketat.

Pengaturan ini akan ditindaklanjuti dengan surat edaran dari Dirjen Imigrasi Kumham dan instansi terkait lainnya. Kebijakan tersebut akan berlaku pada Minggu, 25 April 2021, “ujarnya.

Baca Juga :  Soal Agenda Terselubung Presiden 3 Periode, KSP: Amien Rais Mimpi di Siang Bolong

“Regulasi tersebut bersifat sementara dan akan terus direvisi,” lanjut Airlangga.

Sebelumnya diberitakan, India telah mencetak rekor dunia untuk jumlah kasus harian virus Corona (COVID-19) tertinggi selama dua hari berturut-turut. Lebih dari 332.000 kasus Corona telah tercatat di negara itu dalam 24 jam terakhir.

Data dari Kementerian Kesehatan India juga menunjukkan rekor baru kematian tambahan dalam satu hari. Setidaknya 2.263 kematian telah dicatat dalam 24 jam terakhir. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *