Pemerintah-Tolak-Hasil-KLB-Kubu-Moeldoko-AHY-Enggan-Minta-Maaf.jpeg

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

Diposting pada

Semarang, Warta Batavia–Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku enggan meminta maaf kepada Jokowi setelah pemerintah menolak hasil Kongres Luar Biasa Demokrat (KLB) Moeldoko Kubu.

Sebelumnya, permintaan maaf ini merupakan desakan relawan Jokowi Mania (JoMan) untuk AHY. Relawan ini menilai AHY bersalah karena menuduh pemerintah terkait dengan kisruh Partai Demokrat.

Namun, AHY yakin pihaknya tidak perlu meminta maaf.

“Yang kami lakukan adalah memperjelas kepada pemerintah, jadi tidak perlu meminta maaf,” jelas AHY saat disambut wartawan di Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (4/4), seperti dikutip dari Antara. Antara, Minggu (4/4). detikcom.

Menurut dia, pihaknya tidak pernah menuding pemerintah membuat kericuhan di partai. Padahal, sejak awal pihaknya menyurati Presiden Jokowi agar tidak dijadikan obyek fitnah.

“Sejak awal, kami belum secara formal menuduh pimpinan atau pemerintah. Kami sebetulnya sudah mengirim surat ke Presiden Jokowi agar tidak terkena fitnah KLB, “ujarnya.

AHY pun mengaku merupakan pihak pertama yang berterima kasih kepada Presiden Jokowi setelah pemerintah menolak hasil KLB Partai Demokrat di kubu Moeldoko. Keputusan pemerintah dinilai tepat.

Baca Juga :  Para Pejuang Palestina, Hizbullah dan Iran Kutuk Normalisasi Hubungan Maroko dengan Israel

“Saya kemarin tanggal 31 Maret setelah mendengar penjelasan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait KLB, saya langsung mengirim pesan kepada Presiden untuk mengucapkan terima kasih.” Keputusan ini merupakan kabar baik bagi demokrasi di Indonesia, “ujarnya … tambah.

AHY pun menilai seharusnya permintaan maaf kepada pemerintah dilakukan oleh pihak-pihak yang menggelar KLB Partai Demokrat di Deli Serdang. Ini karena mereka diyakini telah melakukan kesalahan dan menunjukkan kebijakan yang buruk.

“Yang harus dimaafkan adalah KLB yang mengacau dan mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai,” kata AHY. (ra / dtk)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *