lagi-pandemi-panglima-militer-myanmar-minta-demo-dihentikan_169.png

Pemimpin Kudeta Myanmar Akan ke Jakarta, Ini Kata Kemlu RI

Diposting pada
Pandemi lain, komandan militer Myanmar telah meminta untuk menghentikan demonstrasi.169 Pemimpin kudeta Myanmar berangkat ke Jakarta, kata Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Pemimpin junta Burma, Jenderal Min Aung Hlaing, akan menghadiri pertemuan khusus para pemimpin negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pekan depan di Jakarta. Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengatakan, pengumuman resmi kehadiran Jenderal Min akan diumumkan oleh Brunei Darussalam.

Adapun kehadiran para pemimpin ASEAN dan lainnya, Brunei sebagai presiden ASEAN saat ini akan mengumumkannya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Ia menjelaskan, pertemuan para pemimpin negara ASEAN dilakukan di Indonesia karena kantor kesekretariatannya berada di Jakarta.

“Jakarta jadi tempat pertemuan karena sekretariat ASEAN berkedudukan di Jakarta,” ujarnya.

Kabar kunjungan Jenderal Min ke Jakarta pekan depan datang dari Kementerian Luar Negeri Thailand. Ini akan menjadi perjalanan resmi pertama pemimpin kudeta itu sejak tentara Burma menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

“Beberapa pemimpin telah mengkonfirmasi kehadiran mereka, termasuk MAH Myanmar (Min Aung Hlaing),” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat Sabtu dalam sebuah pesan kepada wartawan yang dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Baca Juga :  Diteken Menhub, Ini 4 Aturan Perjalanan Dalam Negeri di Masa Pandemi

Sejak kudeta 1 Februari, Myanmar berada dalam kekacauan: ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan untuk menuntut kembali ke demokrasi.

Junta militer mencoba menekan gerakan anti kudeta dengan kekuatan yang mematikan. Menurut kelompok pemantau lokal, pasukan keamanan Myanmar membunuh lebih dari 720 orang dan menangkap sekitar 3.100 aktivis, jurnalis dan pembangkang setelah kudeta.

Komunitas internasional mengutuk sebagian besar junta karena menggunakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata. Sejumlah negara telah menjatuhkan sanksi kepada perwira tinggi militer Myanmar, keluarga mereka, dan aktivitas terkait militer.

Tetapi para pemimpin regional mencoba untuk membuka komunikasi dengan rezim dan pada hari Sabtu Kementerian Luar Negeri Thailand mengkonfirmasi pertemuan puncak ASEAN tentang situasi di Myanmar di Jakarta, yang juga akan dihadiri oleh Min Aung Hlaing.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *