Connect with us

Artikel

Pendidikan Ibu Saat Hamil Mempengaruhi Kesejahteraan Anak hingga Remaja

Published

on

JAKARTA, ASPIRATIF.com – Faktor sosio-ekonomi, khususnya pendidikan ibu, dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraan anak. Untuk itu, investasi dan akses pendidikan pada perempuan juga bermanfaat signifikan dan bertahan lama ke generasi penerusnya.

Hasil penelitian Priyanka Choudhary dan rekan-rekan tersebut dipublikasi dalam jurnal Molecular Psychiatry dari Nature.

“Penelitian kami memberikan bukti kuat bahwa pendidikan ibu memengaruhi lanskap molekuler keturunannya di seluruh tahap perkembangan utama. Temuan ini membuka jalan bagi intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan akses pendidikan, yang kemudian akan berdampak positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Choudhary dalam keterangan resmi Universitas Oulu, Finlandia di laman AlphaGalileo.

Peneliti Sylvain Sebert mengatakan, hasil studi timnya dapat ditindaklanjuti untuk mengembangkan strategi kesehatan masyarakat. Harapannya, kesenjangan kesehatan antargenerasi dapat berkurang.

Advertisement

“Memimpin proyek internasional antarkelompok kelahiran ini merupakan suatu kehormatan, memberikan kami kesempatan untuk menyumbangkan bukti berharga dalam memahami faktor-faktor penentu sosial dalam kesehatan. Temuan kami menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan perempuan dapat menghasilkan manfaat kesehatan yang signifikan dan bertahan lama,” tuturnya.

Pendidikan Ibu dan Kesejahteraan Anak
Studi tim Universitas Oulu, Finlandia mendapati hubungan tingkat pendidikan ibu pada saat kehamilan dengan penanda epigenetik anak pada tahap perkembangan utama: kelahiran, masa kanak-kanak, dan remaja.

Penanda epigenetik adalah perubahan metilasi DNA yang dapat memengaruhi fungsi gen. Penanda epigenetik dalam penelitian ini terletak pada gen yang terlibat dalam proses biologis penting, seperti perkembangan otak, metabolisme, peradangan, dan autoimunitas bayinya.

Penanda epigenetik yang sama juga dipengaruhi kadar folat ibu, vitamin B12, merokok, dan indeks massa tubuh ibu (BMI) sebelum kehamilan. Seperti tingkat pendidikan ibu, faktor-faktor ini juga memengaruhi kesehatan bayinya hingga remaja.

See also  Driver Online Perempuan Sasaran Kejahatan Penjahat Seks

Studi Choudhary dkk menggunakan data meta-analisis berskala besar dari 37 penelitian di negara-negara berpendapatan tinggi di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, di bawah konsorsium PACE (Pregnancy and Child Epigenetics).

Advertisement

Peneliti mendapati, metilasi DNA di cg25949550 berkaitan positif dengan pencapaian tingkat pendidikan ibu selama hamil. Peningkatan pendidikan ibu selama 1 tahun berkaitan dengan peningkatan 0,05-0,08 persen metilasi DNA darah pada cg25949550.

Cytosine-phosphate-guanine (CpG) ini terletak di intron 1 CTNTNAP2. ChG ini tumpang tindih dengan situs pengikatan penekan transkripsi SIN3A, CTBP2, CTCF, dan REST. Peneliti menjelaskan, variasi genetik CNTNAP2 terlibat dalam berbagai gangguan perkembangan saraf termasuk skizofrenia, epilepsi, gangguan spektrum autisme, gangguan defisit perhatian/hiperaktivitas, dan keterbelakangan mental.

Peneliti mengakui, ukuran pencapaian pendidikan di studi ini tidak menangkap perbedaan kualitas, jenis, faktor kelembagaan, atau sistem pendidikan yang ibu alami, yang mungkin bisa memengaruhi kesehatan biologisnya. Di samping itu, tingkat pencapaian pendidikan seorang ibu juga dapat dipengaruhi pendapatan, pekerjaan, dan status sosial-ekonominya.

Source: Detikcom
Dok: Ilustrasi ibu hamil (Foto; kompas)

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *