Rumah-Teroris-696x391.jpg

Peneliti Terorisme: Cegah Radikalisme Sejak Dini, Belajar Toleransi Harus Dimulai dari Rumah

Diposting pada
Ilustrasi

Dete Aliyah, Peneliti Terorisme dari Serve Indonesia, mengatakan orang tua harus berperan aktif dalam pendidikan anak karena radikalisme saat ini menyasar anak-anak taman kanak-kanak.

Apalagi saat pandemi ini, saat sekolah berlangsung di rumah dan melalui telepon genggam.

“Orang tua tahu apa yang dilakukan anak-anak mereka. Jangan serahkan pendidikan ke sekolah dan ponsel saja, ”kata Dete, seperti dikutip Kompas TV dari Breaking News, Rabu (31/3/2021).

Senada dengan Dete Aliyah, Guru Besar Universitas Bhayangkara, Hermawan Sulistyo, menekankan bahwa belajar toleransi harus dimulai dari rumah.

Baca: Astaghfirullah! Ini sidik jari ZA sebelum menyerang Mabes Polri

Menurut Hermawan, gerakan teroris saat ini yang berkedok jihad juga sudah berubah.

Dari mereka yang awalnya membom barak tentara musuh selama perang, hingga tindakan serigala tunggal melalui bom bunuh diri, sepertinya mereka ingin pergi ke surga.

“Kalau dulu gerakan jihad dilakukan dengan dakwah. Lalu ada yang menganggap dakwah saja tidak cukup. Harus terjun ke politik untuk memperjuangkan nilai-nilai Islam. Lalu ada yang merasa politik saja tidak cukup.

Baca Juga :  Dikabarkan Sudah Di Jakarta, Risma Dipanggil Jokowi terkait Posisi Mensos?

Mereka memilih jalan kekerasan, menuntun Tuhan untuk tidak mencabut nyawa orang lain, ”jelas Hermawan di kesempatan yang sama.

Baca: Terungkap! Inilah identitas tersangka teror yang dia bunuh di Mabes Polri

Sementara itu, pakar manajemen risiko keamanan Haryoko Wirosoetomo menilai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga harus berperan dalam parenting education.

Tentang bagaimana melindungi anak-anak dari efek negatif penggunaan gadget.

Bukan hanya radikalisme tapi juga hal-hal berbahaya lainnya.

“Misalnya cara memasang proteksi di laptop agar anak tidak bisa mengakses konten berbahaya,” kata Haryoko.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *