pengakuan-teroris-di-jakarta-rencanakan-peledakan-industri-china-spbu_169.png

Pengakuan Teroris di Jakarta: Simpatisan FPI-Ingin Ledakkan Industri China

Diposting pada

Densus 88 Anti Terorisme menangkap sejumlah teroris usai aksi bom bunuh diri di gereja katedral Makassar, Sulawesi Selatan, di beberapa tempat. Di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan saja, 5 orang ditangkap terkait jaringan teroris tersebut.

Kelimanya mengaku sebagai simpatisan FPI. Beberapa dari mereka mengatakan ingin meledakkan industri China di Indonesia di SPBU.

Dari video yang diterima detik.com, Sabtu (3/4/2021), seorang teroris bernama Ahmad Junaidi mengaku sebagai simpatisan FPI dan kerap beraksi setelah Habib Rizieq Shihab sesekali kembali ke Indonesia.

Anda ingin meledakkan industri China

Ahmad Junaidi sebelumnya ditangkap tim kontra terorisme Densus 88 di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Senin (29/3). Ahmad Junaidi mengaku rutin mengikuti akting pimpinan Habib Husein Hasni di Condet, Jakarta Timur, yang juga ditangkap tim kontra terorisme Densus 88.

“Saya Ahmad Junaidi simpatisan FPI, sejak Habib Rizieq kembali ke Indonesia dan saya juga tergabung dalam jemaah di bawah Habib Husein Hasni Condet dan dilaksanakan setiap Jumat malam secara bergiliran di rumah semua orang. Anggota jemaah.” Tutupnya. Kata Ahmad Junaidi.

Menurut Ahmad Junaidi, usai sesi akting, banyak diskusi tentang keadaan negara yang dikuasai China. Ahmad Junaidi juga mengaku memiliki aseton dan bahan peledak kering HCl di rumahnya.

“Usai studi, kami banyak berdiskusi tentang keadaan negara yang dikuasai China, soal kekayaan alam dan kekuasaannya yang dikuasai China. Akhirnya teman-teman saya yang bernama Bambang dan Agus memberikan semangat. boom. industri cina di indonesia. indonesia. pernah saya dihubungi untuk mengeringkan bubuk peledak dari aseton dan hCl selama 3 hari dirumah, kemudian saya kembalikan kepada agus. kemudian saya kumpulkan lagi dalam 3 toples berupa dry powder. akting. mempersilahkan kami meninggalkan Sukabumi ke Abah Popon untuk menempati pos jaga keselamatan mereka, ”kata Ahmad Junaidi.

Baca Juga :  Soal ‘Mega Kecolongan’ Diduga Terkait SBY Maju Pilpres 2004

Pembuatan bom pasca 212

Sedangkan Zulaimi Agus mengaku memproduksi bahan peledak jenis TATP. Zulaimi Agus ditangkap pada Senin (29/3) di Serang Baru, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Di rumah kontrakan Zulaimi Agus, tim penanggulangan terorisme Densus 88 menemukan sederet bahan peledak aktif saat itu. Zulaimi Agus mengaku belajar membuat bom usai pemberontakan di depan Bawaslu pada 21 Mei 2019.

“Saya belajar bagaimana melakukan TATP atau aseton peroksida dari kerusuhan pasca Mei 212 di depan Bawaslu. Saya sudah mencobanya lima kali di Bengkel Sinergi Sepeda Motor Serang Baru, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Saya belajar cara membuat materi ini dari blog internet dengan mengaktifkan VPN, ”kata Zulaimi Agus.

Zulaimi Agus termotivasi memproduksi bahan peledak karena ingin membela keadilan dengan caranya sendiri terhadap tindakan Brimob terhadap 212 pengunjuk rasa.

“Motivasi saya untuk melaksanakan TATP adalah saya merasa negara ini tidak ada keadilan. Saya ingin balas dendam. Saya sangat tidak ingin balas dendam, saya ingin mendukung keadilan dengan cara saya sendiri atas tindakan aparat Brimob yang bertindak. Semena-mena dalam melawan perusuh Bawaslu 2019, ”ujarnya.

“Saya bergabung dengan FPI tahun 2019 di wilayah DCP Serang Baru Kabupaten Bekasi sebagai wakil ketua Jihad. Saya bergabung dengan Majelis Ratib Yasin Waratib. Saya diundang oleh Bambang alias Abi untuk memperkenalkan Habib Husein, saya ajarkan cara melakukannya. TATP pergi ke Habib Husein, Malik, Noval, Bang Heri., Bang Jun di garasi Habib Husein, ”ujarnya.

Baca Juga :  Menguji Nalar dan Keimanan tentang Isra Mi’raj

Zulaimi Agus kemudian mengajarkan langkah-langkah membuat bahan peledak di depan teman-temannya. Namun, dari yang hadir, hanya Habib Husein yang menanyakan lebih lanjut soal bahan peledak.

“Langkah yang saya ajarkan kepada mereka adalah mencampurkan aseton cair dengan H2O cair dan HCl secara simultan hingga menimbulkan ledakan. Setelah apa yang terjadi, mereka yang belajar di sana sepertinya sembuh, karena ada ledakan … Tidak sampai saya pulang. Habib yang menelepon saya untuk menanyakan di mana kesalahan materi itu. Bulan Februari saya pergi ke Sukabumi bersama jemaah Ratib Yasin Warotib dengan maksud meminta isi doa dan kekebalan, sedangkan jemaah penuh dengan mereka, Bang Jun, Habib, Malik, Bambang, Bang Jeri dan Jati “, telah menjelaskan.

Rencanakan serangan pompa bensin

Selain itu, teroris Bambang Setiono mengaku telah menjadi simpatisan FPI sejak Desember 2020. Pria yang ditangkap pada Senin (29/3) di salah satu pusat perbelanjaan di Pademangan, Jakarta Utara itu, mengaku telah merencanakan penyerangan di sebuah kawasan. POM bensin.

“Bambang Setiono menjadi simpatisan FPI sejak awal Desember 2020. (keterlibatan saya) memproduksi bahan bubuk hitam dari Zulaimi Agus hingga Sukabumi. Dirancang untuk menyerang SPBU dengan bom molotov untuk menuntut kebebasan HRS,” kata Bambang.

Bambang juga mengetahui bahan peledak produksi Zulaimi Agus atas perintah Habib Husein Hasni di Condet, Jakarta Timur. Dia juga berencana menjatuhkan bom di China.

Baca Juga :  Ini Alasan Menag Jadikan Habib Luthfi sebagai Penasihat

“Rencana serangan ketapel dan ketapel saat ada kerusuhan saat aksi demo.” Rencananya bubuk HClO3 akan kami suplai ke masing-masing DPC dan DPW di wilayah Bandung melalui Habib Nabil dan di wilayah Brebes melalui Habib Hasan, ”ujarnya.

Bambang pun mengaku mengetahui rencana Habib Husein Hasni menyerang polisi.

“Pelajari rencana penyerangan air keras Habib Husein Hasni ke polisi. Dirancang untuk mengajari pasukan FPI cara membuat aseton,” katanya.

Mengadakan 3 kali pertemuan di Cibadak, Sukabumi, dimana Ahmad Dimiati alias Abah Popon bersama Habib Husein Hasni, Zulaimi Agus, Jati, Jeri Junaedi, Ipul, Noval, Malik, Habib Al Jufri, Asep Komara, Angga Putra, untuk mengisi ilmu kekebalan. dan kebatinan. Mengetahui tim eksekutor penyerangan bom terhadap anggota Polri, bersama Jeri, Ahmad Junaedi, Malik, Jati, Noval, Ipul, FPI laskar, ”lanjutnya.

Dia menawarkan diri untuk melakukan koktail Molotov

Sementara itu, Wiloso Jati mengaku sebagai DPC Tentara FPI Jagakarsa pada 2019. Wiloso Jati bergabung dengan Habib Husein Hasni setelah penangkapan Habib Rizieq Shihab dan pembubaran FPI.

Saya Wiloso Jati. Saya anggota FPI. Jabatan terakhir saya di FPI adalah sebagai laskar di DPC Jagakarsa tahun 2019. Saya bergabung dengan kelompok Habib Husein setelah Habib Rizieq Shihab ditangkap dan dibubarkan oleh FPI. Saya ditawari menjadi eksekutor Molotov cocktail dari Bambang Setiono. Kemudian dia juga belajar sedikit tentang cara membuat bom dari Zulaimi Agus. Habib juga memerintahkan anggotanya untuk mengisi ilmu kekebalan ke Sukabumi daripada di haji. Popon sebagai bekal untuk persiapan beraksi, ”kata Wiloso Jati. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *