images-696x433.jpeg

Pengamat Intelejen dan Terorisme: Aksi Bom Bunuh Diri Makasar Dilakukan JAD

Diposting pada

Pengamat intelijen dan terorisme Al Chaidar mengatakan, bom bunuh diri di gereja Katerdral yang terletak di Jl Kahaolalido Makassar itu diduga dilakukan oleh anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar.

Mereka melakukan bom bunuh diri sebagai aksi balas dendam karena anggotanya ditangkap dan ditembak polisi pada Februari lalu.

“Jadi bom bunuh diri itu pasti dilakukan oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar. Mereka marah dan putus asa karena sebanyak 20 anggotanya ditangkap dan dua di antaranya dibunuh oleh polisi Densus 88. Jadi begitulah. Balas dendam, “ujarnya kepada Republika, Minggu (28/3).

Menurutnya, mengetahui mereka akan ditangkap dan bisa dibunuh, rupanya mereka memutuskan untuk menyerang dengan bunuh diri. Sepertinya mereka sampai pada kesimpulan di sana.

“Jelas bunuh diri ini akan sangat berbahaya. Pemerintah terkesan tidak tegas dalam menangani teroris karena semuanya diserahkan kepada polisi. Tindakan ini akan berdampak pada gerakan teroris lainnya seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT Di Poso, OPM di Papua, serta sel teroris yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah, ”ujarnya.

Baca Juga :  Dokter Tirta Sebut Kerumunan Bukan Salah Jokowi, Tengku Zul Kembali Nyinyir

Menurut Al Chaidar, masih ada sel teroris Jamaah Islamiyah di Sulawesi. Organisasi tersebut adalah Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). “Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS,” kata Al Chaidar.

Berbicara soal jumlah JAD Makassar, Ali Chaidar mengatakan, setelah 20 orang ditangkap dan dua di antaranya tewas, jumlahnya kini tinggal sekitar tujuh. Dengan melakukan bunuh diri mereka telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka siap untuk berperang.

(Warta Batavia)

Pengamat Intelijen dan Terorisme: Peledakan bom bunuh diri di Makasar dipimpin oleh JAD

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *