pengangguran-makin-banyak-menaker-ancam-tutup-blk-GdkLAzBZth.png

Pengangguran Makin Banyak, Menaker Ancam Tutup BLK!

Diposting pada

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengingatkan pengelola Balai Latihan Kerja (BLK) baik di tingkat pusat maupun daerah agar mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri.

Jika BLK hanya menimbulkan pengangguran baru, sebaiknya BLK ditutup, karena tidak ada gunanya.

Oleh karena itu, Kementerian Tenaga Kerja terus mendorong pengelola BLK, khususnya BLK milik pemerintah daerah, agar pelatihan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha setempat (DUDI), sehingga pelatihan alumni dapat terarah. . terserap di pasar tenaga kerja.

“Kalau ternyata BLK menciptakan pengangguran baru, tidak perlu membangun BLK Sofifi di Maluku Utara. Tutup saja BLK. Dan kalau kita lakukan pembinaan justru akan menambah pengangguran baru,” kata Ida dalam sambutannya. keterangan tertulis dari Jakarta, Sabtu (3/6/2021).

Menurut Ida, Maluku Utara merupakan salah satu daerah yang menjadi harapan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia karena memiliki banyak sumber daya yang perlu dikembangkan dan akan menarik investasi baru yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca Juga :  Kemlu Nyatakan Tak Pernah Berhubungan dengan Israel, Bicara soal Palestina

“Mari kita bekerja sama, baik pemerintah maupun swasta menyiapkan SDM yang kompeten! SDM Maluku Utara harus menjadi tuan rumah di daerahnya. Hal ini menjawab tantangan pengangguran kita yang semakin meningkat. Kita tidak bisa melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Kita harus bisa mampu menjawab kebutuhan, tantangan dan dinamika kerja ”, tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Ida juga mengajak seluruh pengelola BLK termasuk BLK Ternate untuk melakukan transformasi BLK. Transformasi tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari reformasi kelembagaan, reorganisasi substansi pelatihan, revolusi sumber daya manusia, peluncuran kembali struktur dan infrastruktur, rebranding BLK dan relasi.

Sejauh ini, Kementerian Tenaga Kerja telah menyusun serangkaian kebijakan pelatihan vokasi untuk menjawab peluang bisnis yang muncul dan jenis pekerjaan baru di era pandemi. Di antaranya adalah kebijakan Keterampilan Tiga Kali Lipat, yaitu kualifikasi, pelatihan ulang, dan pemutakhiran keterampilan untuk pekerja. Selain itu, optimalisasi pemagangan berbasis kerja juga dilakukan; peningkatan soft skill; perubahan kurikulum yang berpusat pada manusia dan metode online (menggunakan metode pelatihan campuran) serta berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, terutama profesional industri, untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga :  Kabareskrim Ungkap Harga Jabatan di Kasus Suap Bupati Nganjuk

Menurut Ida, sinergi dan kolaborasi antara BLK dengan stakeholders, khususnya dunia usaha dan industri sebagai pengguna kerja sangat penting. Karena dengan sinergi dapat dipastikan lulusan diklat memenuhi kebutuhan sektor dan lebih mudah terserap.

Ida menuturkan, dunia usaha sebagai penyerap kerja memiliki peran penting dalam menentukan keterampilan yang dibutuhkan saat ini dan di masa depan sehingga dapat tercipta proses bridging and matching antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.

“Ke depan, program pelatihan vokasi akan menekan biaya pelatihan dan investasi sumber daya manusia untuk industri, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara BLK dan industri,” ujarnya.[okezone.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *