Pengasuh Pesantren Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan – Aspiratif News

Pengasuh Pesantren Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Views: 1542
Read Time:2 Minute, 28 Second

Pengasuh Pesantren Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan – Aspiratif News

Magelang, Aspiratif News

Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo meminta pengasuh pesantren di seluruh Jawa Tengah mendisplinkan santri dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebagaimana arahan dari Presiden, ia juga tidak ingin pesantren jadi bagian klaster penyebar virus Covid-19.

 

“Kemarin saya diundang rapat oleh presiden. Ada 2 hal yang dibicarakan, ke-1 soal Covid-19, ke-2 soal ekonomi. Nah yang soal Covid ini, intinya presiden Mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum selesai, sehingga protokol kesehatan wajib Ditunaikan dengan ketat dan disiplin,” kata Ganjar.

 

Hal itu disampaikan Ganjar waktu meresmikan gedung SMP Birrul Ummah Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/7). 

 

Ganjar menerangkan, sudah banyak pondok pesantren yang melakukan aktivitasnya di Jawa Tengah. Sejumlah santri dari bermacam daerah sudah masuk ke Jateng untuk menuntut ilmu di pondok-pondok pesantren itu.

 

“Saya kemarin memperoleh pesan dari beberapa anak NU muda di bermacam negara. Intinya mereka meminta agar ada usaha pencegahan penularan Covid-19 di  pesantren. Mereka tidak rela, Romo Yai dan Ibu Nyai pengasuh pesantren meninggal karena Covid,” bebernya.

READ  Ibnu Muljam Muka Bengis Khawarij Abad Ini - Aspiratif News

 

Oleh sebab itu, Ganjar meminta seluruh pengasuh pesantren memperketat protokol kesehatan. Semua aktivitas santri wajib disiplin, termasuk pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun.

 

“Persoalannya banyak pesantren yang air wudlunya tidak mengalir, kalau wudhu atau mandi di kolam. Ini yang wajib dibenahi, termasuk waktu santri mengaji atau tidur,” jelasnya.

 

Ganjar juga menyempatkan diri melihat proses belajar para santri di Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo. Ganjar suka, karena semua santri tertib mempergunakan masker dan jarak antara 1 dengan lainnya terjaga.

 

“Seperti ini yang kami harapkan, tinggal nanti waktu mereka keluar istirahat atau lainnya, tetap diminta disiplin menjaga jarak,” pungkasnya.

 

Dalam Kesempatan itu, Ganjar juga memberikan sokongan sebesar Rp705 juta untuk sejumlah lembaga keagamaan, termasuk yayasan, pondok pesantren, sekolah keagamaan dan lainnya.

 

Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo sempatkan melihat aktifitas belajar di Pesantren Birrul Ummah, Tegalrejo, Magelang (Foto: Humas Pemprov Jateng)

 

Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo Ialah 1 dari sekian yang menerima sokongan sebesar Rp60 Juta. Bahkan, pihak yayasan juga memperoleh sokongan Rp100 juta yang telah dipakai untuk membangun 4 ruang kelas sekolah.

READ  Teks Lirik Aini Lighoiri Jamalikum - Arab dan Latin

 

Selaku pengasuh, KH Zainul Habib menerangkan, berterimakasih dengan perhatian pemerintah ke pengembangan pendidikan keagamaan di Magelang.

 

“Alhamdulillah, perhatian ini membikin kami tambah ghirah untuk mendidik bocah kecil jadi generasi yang jenius dan religius,” kata dia.

 

kiai Zainul menerangkan proses pembangunan sekolah diupayakan dari gotong-royong dan perhatian pemerintah. “Kami mempunyai SMP berbasis pesantren yang kami dirikan pada 2017 lalu. Alhamdulillah dengan gotong royong masyarakat dan sokongan dari pemerintah ini, kami dapat membangun ruang kelas untuk belajar mengajar para santri,” jelasnya.

 

Dalam Kesempatan itu, Zainul juga memastikan bahwa aktifitas belajar mengajar di yayasan yang ia pimpin semuanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kami berusaha agar santri disiplin, baik di dalam pondok maupun di sekolah,” tutupnya.

 

Hadir dalam Kesempatan itu, sejumlah pengasuh pesantren dan lembaga keagamaan lain di Kabupaten Magelang.

 

Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Abdul Muiz

Pengasuh Pesantren Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *