Penggasong Khilafah Kufur Atas Nikmat Negara NKRI

Penggasong-Khilafah-Kufur-Atas-Nikmat-Negara-NKRI.jpg
Views: 643
Read Time:3 Minute, 44 Second

Penggasong Khilafah Kufur Atas Nikmat Negara NKRI

55 Views


Read Time:3 Minute, 35 Second

MERUSAK MORAL BANGSA DENGAN KEDOK AGAMA

(Tulisan ini ialah kelanjutan dari artikel: Mewaspadai Pengasong Khilafah Perusak Moral Bangsa)

Organisasi politik HTI bahkan bertindak lebih jauh dengan memprovokasi ummat Islam Indonesia agar merasa tidak berharga dan bersalah sebab tidak berjuang menegakkan khilafah. Ummat Islam diajarkan untuk kufur kepada nikmat kemerdekaan dan berdirinya bangsa dan negara NKRI sebab bukan berbentuk khilafah.

Taktik ketiga ialah yang paling menyolok dari Taktik Perang Korea ini, yaitu usaha untuk menghilangkan kesetiaan dan ketaatan pada bangsa dan negara. Ada pihak-pihak tertentu yang terus dan secara sistematis, terstruktur, dan massif terus menggosok-gosok masyarakat Indonesia untuk tidak lagi setia dan patuh pada bangsa dan negaranya.

Penggasong Khilafah Kufur Atas Nikmat Negara NKRI

Selama ini masyarakat muslim Indonesia diajak untuk melaksanakan makar pada bangsa dan negaranya sendiri dengan mengumumkan bahwa negara Indonesia ialah negara thagut yang tidak patut untuk diikuti dan layak ditentang oleh HTI secara terbuka. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat muslim Indonesia, khususnya, kehilangan kepatuhan dan kesetiaannya pada pemerintah, bangsa dan negaranya. Mereka malah merindukan adanya Negara Islam ala HTI.

Taktik ke-4 yang terus menerus dihembuskan, yaitu dengan mendiskreditkan pemerintah dengan terus menerus memberitakan hal-hal negatif mengenai hal kepemerintahan yang tengah berjalan ini. Mereka dengan sistematis terus melontarkan berita-berita negatif dan bahkan berita-berita fitnah untuk menjelek-jelekkan pemerintah yang tengah berjalan waktu ini.

READ  Ikuti Dialog Daring 'Literasi Penjagaan Gambut' Senin Besok - Aspiratif News

Berita di media sosial full dengan fitnah kepada pemerintah kita dan meski pun sudah banyak yang ditangkap dan dipenjarakan tapi para penyebar berita bohong dan fitnah ini seakan tidak pernah habis.

Baca juga : Pembikin Hoax Akan Dapat Dosa Sampai Hari Kiamat, Awas!

Membikin Fitnah dan Menyebarkannya dengan Atas Nama Kritik

Mereka bahkan beralasan bahwa fitnah yang mereka lontarkan ialah sekedar kritik yang sah dalam pemerintahan yang demokratis. Tentu saja mereka sesungguhnya tahu beda antara fitnah dan kritik tapi mereka sungguh berlindung pada argumentasi tersebut. Mereka secara terus menerus meniup-niupkan bahwa tidak pernah sedikit pun ada hal yang baik dari pemerintah, bangsa dan negara Indonesia yang berazaskan demokrasi dan yang ada hanyalah keburukan dan kemungkaran.

HTI bahkan bertindak lebih jauh dengan memprovokasi Ummat Islam bahwa hidup di alam demokrasi ialah sebuah kekhilafan dan dosa yang tidak ada harganya. Itu sebabnya maka HTI lantas dibrangus dan dicegah oleh pemerintah sebagaimana di bermacam negara di dunia ini sebab virus yang disebarkannya amat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara.

READ  Keputusan strategi Indonesia Terima Pengungsi Rohingya Dipuji Uni Eropa

Yang lebih negatif lagi ialah sebab mereka mempergunakan kedok dakwah dan agama yang mereka selewengkan untuk menipu ummat yang tidak sadar akan keburukan yang mereka sebarkan. Mereka mempergunakan kedok selaku organisasi massa padahal apa yang mereka lakukan ialah aktifitas politik untuk mengkhianati perjuangan bangsa untuk sebuah ideologi politik dari negara asing yang di negara asalnya pun mereka ditolak dan dicegah. 😠

Apakah benar bahwa kondisi bangsa dan negara kita waktu ini lebih negatif? Cobalah buat riset sederhana mengenai hal persepsi.

Saya telah melaksanakan sebuah riset sederhana dengan sebuah pertanyaan sederhana di Facebook saya seperti ini . “Menurutmu… Apakah kondisi bangsa dan negara Indonesia makin baik atau makin negatif?

Alhamdulillah dari kisaran 80 orang 90% menjawab ‘makin baik’ dan kurang dari 10% yang menjawab ‘ makin negatif’. Itu artinya cuma sedikit yang merasa bahwa keadaan bangsa dan negara kita makin negatif. Namun tentu saja apa yang ada di FB saya akan tak sama diametral dengan FB orang yang Ada di pihak yang suka mencari dan menyebarkan keburukan pemerintah, bangsa, dan negaranya sendiri. Birds with the same feather will flock together.

READ  Di Tengah Covid-19, LAZISNU di Nganjuk Maksimalkan Program 'One Day One Dhuafa' - Aspiratif News

Bca juga : KH. Hasyim Muzadi Pernah Menyebut HTI Akan Bentrok dengan Negara

Jikalau tidak percaya, tanyailah mereka yang sudah terpapar oleh virus pemikiran HTI. Anda tidak akan menemukan sedikit pun kebaikan pemerintah, bangsa, dan negara Indonesia di mata mereka. Semuanya negatif, gelap tertutup thagut, dan tanpa harapan sebab sungguh itu yang senantiasa mereka suntikkan pada ummat Islam selama ini. 😒

Apa yang dapat kita lakukan?

SEBARKAN KEBAIKAN dan ajarkan seluruh orang untuk BERSYUKUR. Negara dan bangsa Indonesia yang kita miliki waktu ini haruslah kita syukuri. Ini seluruh ialah karunia dari Allah SWT. Jangan senantiasa mencari keburukan dan kekhilafan dari pemerintah. Jikalau ada hal yang kurang baik maka itu ialah kewajiban kita bersama-sama untuk memperbaikinya. Jangan malah dijadikan selaku amunisi untuk menghantam dan menghancur-leburkan apa yang sudah dibangun oleh bangsa dan negara ini.

Ingatlah warning Tuhan dalam ayatnya. “Dan janganlah engkau seperti seorang wanita yang menguraikan benangnya yang telah dipintal dengan kuat, jadi cerai berai kembali.” (QS. An Nahl: 92)

Wallahu a’lam bisshowab

Salam
Satria Dharma

Penggasong Khilafah Kufur Atas Nikmat Negara NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *