Penggerak Ekonomi di DIY, 76% Dari Bagian UMKM – Aspiratif News

Penggerak Ekonomi di DIY, 76% Dari Sektor UMKM - Warta Batavia
Views: 1286
Read Time:3 Minute, 44 Second

Penggerak Ekonomi di DIY, 76% Dari Bagian UMKM – Aspiratif News

DEPUTI Direktur Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono mengumumkan, bagian UMKM berperan amat penting bagi pertumbuhan ekonomi di DIY. Andil bagian UMKM kepada ekonomi DIY ialah 79,6 % dari Produk Domestik Regional Bruto PDRB DIY.

“Kunci pertumbuhan ekonomi di DIY ialah menggerakkan bagian riil, khususnya UMKM yang jumlahnya kisaran 6000 di DIY. Kita dorong ekonomi UMKM cepat pulih dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata dia dalam Dialog Kritis Media #4 di Coffee & Resto Tarumartani 1918, Sabtu (25/7).

Dalam dialog berjudul, Nasib UMKM di antara Ketakutan dan Optimisme Keputusan strategi, Miyono menilai langkah Pemda DIY telah pas dengan membuka bagian pariwisata secara terbatas. alasannya, banyak UMKM yang bergerak pada bagian ini, dari pakaian, makanan, suvenir, sampai biro perjalanan.

Miyono pun melihat optimistis ekonomi DIY pada triwulan ketiga. alasannya, DIY sudah melewati titik nadir perekonomian yang terjadi pada Mei. Mulai Juni, perekonomian di DIY telah beranjak naik walaupun kenaikannya berlangsung perlahan. Anjloknya perekonomian di DIY pada Mei dapat dilihat pada penjualan kendaraan bermotor sampai Mei minus nyaris 62 % YOY. Konsumsi listrik  juga tumbuh amat minim, cuma 5,98 % YOY, dan kredit konsumsi juga turun 24,8persen.

READ  Kerusakan Agama Lebih Besar karena Pembela yang Ugal-ugalan - Warta Batavia

Dari paparan tersebut, potret perekonomian triwulan 2, daya beli di DIY merosot. alasannya, perekonomi di DIY nyaris 68 % ditopang dari konsumsi. Di sisi lain, konsumsi pemerintah serapannya juga masih rendah. Walau porsi konsumsi pemerintah di DIY dalam PDRB cuma kisaran 14 %, kontribusinya amat menentukan.

“Tatkala konsumsi pemerintah tidak maksimum, swastanya tidak akan bergerak,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. meminta Pemda DIY juga memperhatikan bagian pendidikan. alasannya, selain pariwisata, pertumbuhan ekonomi di DIY juga banyak ditopang oleh bagian pendidikan. Banyak usaha yang Mengandalkan pada bagian pendidikan, mulai dari jasa indekos, penjual makanan, sampai penyedia fotokopi.

“Di DIY ada 140-an kampus, kita harapkan akan dibuka berangsur dan diawali dari beberapa universitas yang besar dulu. Jikalau Penting Pemda memberikan insentif ke kampus untuk memastikan para maha siswa itu masuk DIY dengan aman,” kata Huda.

Insentif yang diberikan, misalnya tes polymerase chain reaction (PCR) atau rapid diagnostic test (RDT) gratis untuk maha siswa yang masuk DIY. Kecuali itu, disiapkan pula tempat karantina bagi maha siswa sebelum masuk lingkungan indekos.

READ  Kelakar kiai Said Problem "Cina NU" Digoreng Untuk Hasrat Menghacurkan NU

“Kecuali itu Sarana medis dan tenaga kesehatan juga wajib disiapkan, begitu pula implementasi protokol kesehatan ketat,” pungkas Huda.

baca juga: Puluhan PTS di DIY Gelar Model Penerimaan Maha siswa Baru Bersama-sama

Sementara itu, Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia DIY, Susilo mengusulkan, pertemuan-pertemuan secara daring wajib dikurangi dan diganti dengan perjumpaan secara fisik teebatas. alasannya, pertemuan-pertemuan secara daring cuma menguntungkan operator seluler, tetapi tidak bagi usaha yang lain apalagi UMKM. Walau terkesan  sepele, rapat-rapat terbatas yang dilaksanakan secara langsung akan menumbuhkan bagian ekonomi di daerah. Perputaran uang akan lebih besar, dari mulai sewa ruangan sampai konsumsi.

“Aktifitas ekonomi wajib kembali dilaksanakan secara terbatas dan berangsur. Siapa yang wajib menggerakkan perekonomian jikalau bukan kita sendiri,” pungkas dia. (OL-3)


Penggerak Ekonomi di DIY, 76% Dari Sektor UMKM – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *