Penghapusan Kata “Khilafah” dalam Deklarasi Penolakan RUU HIP di Cirebon Berbuntut Panjang

Penghapusan-Kata-“Khilafah”-dalam-Deklarasi-Penolakan-RUU-HIP-di-Cirebon-Berbuntut-Panjang.jpg
Views: 572
Read Time:2 Minute, 42 Second

Penghapusan Kata “Khilafah” dalam Deklarasi Penolakan RUU HIP di Cirebon Berbuntut Panjang

GP Ansor Cirebon kritik keras Penghapusan Kata “Khilafah” dalam deklarasi Penolakan RUU HIP, Ketua DPRD Dituntut Minta Maaf.

Penghapusan atau ralat kata “khilafah” dalam pembacaan Deklarasi Penolakan RUU HIP oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati waktu aksi unjuk rasa yang dikerjakan sejumlah elemen hari Senin (6/7/2020), berbuntut panjang. Sejumlah pihak menganggap insiden pencoretan kata “khilafah” selaku bentuk inskonsitensi.

Dalam pembacaan video deklarasi yang beredar, Affiati tampak berhenti sesudah kalimat “….Untuk Allah kami bersumpah akan menjaga NKRI dari pemgaruh paham komunisme dan khilafah”. Beberapa perwakilan Demonstran yang Ada di gedung dewan memprotes dan meminta kalimat itu diganti dan pembacaan deklarasi diulang.

Baca juga : Jejak Muslimah HTI di Balik kecelakaan Penghapusan Kata Khilafah di DPRD Kota Cirebon

seusai direvisi kelimatnya jadi “Untuk Allah kami bersumpah akan menjaga NKRI dari pengaruh paham komunisme, liberalisme, leninisme, dan sekulerisme…”.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati.

Video tersebut waktu ini jadi perbincangan. Tidak cuma di tingkat lokal Cirebon, tapi sampai nasional. Sejumlah akun media sosial mengunggah video tersebut.

Penghapusan kata “khilafah” dikecam keras Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Cirebon, Ahmad Bana. Pihaknya menyaksikan hal itu selaku kesengajaan. Fakta tersebut mempertunjukkan bahwa sejumlah elemen pemerintahan yang datang dalam forum tersebut, khususnya Affiati yang mewakili institusi DPRD Kota Cirebon tidak menganggap paham khilafah selaku ancaman yang serius bagi Pancasila, sebagaimana halnya paham komunisme.

“Semestinya tegas Tidak mau penghapusan itu. Sebab paham khilafah juga jadi ancaman bagi ideologi Pancasila, seperti halnya komunisme. Telah banyak buktinya bahwa organisasi terlarang HTI ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah. Kami menyanyangkan ketua dewan dan elemen negara dalam forum tersebut melaksanakan pembiaran bahkan melegitimasi hal itu,” papar Bana dalam pengumuman yang diterima CirebonPlus, Kamis (9/7/2020).

Baca juga : Asal Muasal Penyebaran Paham Khilafah Di Kampus

Paham khilafah yang dipromotori HTI

Menurut dia, paham khilafah yang dipromotori HTI dan kubu lainnya telah dicegah oleh negara. HTI pun telah dibubarkan. Sebab itu musuh Pancasila bukan cuma komunis atau PKI, tapi juga khilafah-nya HTI atau ideologi lainnya yang ingin mengganti Pancasila.

Pihaknya tidak terima dengan tindakan yang dikerjakan ketua DPRD dalam forum tersebut. Sebab itu pihaknya mendesak Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati meminta maaf atas insiden tersebut.

“Ansor dan Banser akan siap mempertahankan NKRI dan Pancasila sampai titik darah penghabisan. Sebab bagi kami menjaga dan memertahankan NKRI dan Pancasila selaku konsensus para pendiri bangsa termasuk para masyayikh NU ialah jihad di jalan Allah,” tegas dia.

Dikatakan, masalah ini bukan permasalahan yang remeh, tetapi jadi keprihatinan seluruh. Sebab hal itu dikerjakan di dalam gedung DPRD dan dihadiri oleh orang-orang terhormat, khususnya pejabat negara dan orang-orang yang mengakui membela Pancasila.

Baca juga : Mahfud MD Tantang Pengusung Khilafah untuk Tunjukkan Sistem Negara Khilafah

Semestinya, kata dia, mereka yang datang saat itu tidak diam seribu bahasa. Tetapi melawan dengan keras pernyataan tersebut.

Pihaknya juga meminta Kepolisian dan TNI selaku garda terdepan tidak boleh tinggal diam, apalagi mendiamkan kejadian seperti itu. “Usut tuntas kejadian itu sampai ke akar-akarnya, sebab walaupun HTI telah dibubarkan, tetapi ajaran dan gerakan ideologisnya masih berkembang di Indonesia. Semestinya negara memfasilitasi eks HTI yang mengusung paham khilafah untuk di-Pancasila-kan kembali,” tandas dia. (C+/01)

Penghapusan Kata “Khilafah” dalam Deklarasi Penolakan RUU HIP di Cirebon Berbuntut Panjang

READ  WHO: Timteng Ada di Ambang Krisis Corona - Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *