Penghasilan Buruh di Jember Terhenti, Maha siswa Aktifkan Sepako – Aspiratif News

Diposting pada

Penghasilan Buruh di Jember Terhenti, Maha siswa Aktifkan Sepako – Aspiratif News

Jember, Aspiratif News

Dampak Covid-19 mengakibatkan menurunnya pendapatan sebagian besar penduduk, termasuk di Jember, Jawa Timur. Beberapa buruh di sebelas kecamatan di Jember mesti kehilangan mata pencahariannya.

 

Bajuri, Ketua PC Pergerakan Maha siswa Islam Indonesia (PMII) Jember, menerangkan situasi itu memunculkan inisiatif di tengah penduduk untuk saling sokong.

 

“Pandemi yang terjadi pada bulan Ramadhan, jadi momen yang pas untuk membantu mereka yang tidak diuntungkan tersebut. Caranya dengan berbagi sesama seperti dalam Gerakan 1000 Paket Sembako (Sepako),” kata Bajuri.

 

Karena itu, dirinya Turut proaktif menyokong aktifitas sosial tersebut. “Saya ikut keliling aktifitas ini dan saya merasakan betul manfaatnya. Pandemi Covid-19 memberikan dampak sosial dan ekonomi,” kata maha siswa S2 Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Jember itu.

 

Sepako ialah aktifitas penyaluran sokongan oleh Fakultas Syariah IAIN Jember. Sampai akhir Ramadhan, sepako sudah berkeliling ke sebelas kecamatan di Kabupaten Jember. Kesebelas kecamatan itu ialah Kaliwates, Ajung, Sukorambi, Rambipuji, Tanggul, Sumberbaru, Silo, Kalisat, Ledokombo, Arjasa dan Jenggawah.

 

Penyaluran tersebut melibatkan beberapa pihak seperti Ikatan Alumni Fakultas Syariah, AZKA Al-Baitul Amin Jember, DPC APSI, PC PMII Jember, UPZ Darul Hikam dan LKBHI IAIN Jember.

 

Keterlibatan banyak pihak dan banyaknya titik penyaluran menjadikan aktifitas ini serasa menali ikatan silaturahim dengan penduduk di bermacam kecamatan di Jember. 
 

Seperti pada Jumat (22/5), panitia Sepako meluncur ke Kemuning Arjasa, berjumpa dengan Joko dan kaum dhuafa. Ada puluhan dhuafa yang sudah menunggu di Kemuning Arjasa. Seterusnya, panitia meneruskan perjalanan dari Arjasa ke Jenggawah yang Ialah daerah Jember Selatan.

 

Panitia rela menempuh perjalanan yang melelahkan karena dari ujung utara Jember ke Jember Selatan ke Pondok al-Madaniah Jenggawah. Prof Haris (Dekan), Ali Syaifudin (Direktur LKBHI), Aminullah (Guru besar), dan Fathurrasyid (Direktur AZKA Al-Baitul Amin Jember) Turut serta mengawal pembagian sembako di akhir Ramadlan tersebut.     
 

Ketua Yayasan AZKA Al-Baitul Amin Jember, Ustadz Zainal Anshari menerangkan bahwa aktifitas Gerakan Sepako ini akan ditunaikan sesudah Ramadhan.

 

“Ini pemanasan di bulan Ramadlan. Insyaallah, sesudah Ramadlan akan kami lanjutkan lagi. Khususnya karena manfaatnya jelas pada penduduk yang terdampak Covid-19,” tukas Zainal Ansori, maha siswa Program Doktor di UNISMA Malang tersebut. 
 

Ketua DPC APSI Jember Zainal Abidin menyampaikan hal senada. “Semenjak awal, kami amat menyokong aktifitas ini. Terus maju Fakultas Syariah untuk mengabdi pada penduduk luas. Kami dari DPC Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia support full aktifitas ini. Masarakat Jember khususnya, saya lihat, amat berterima kasih dengan aktifitas ini,” ujarnya.

 

Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, Prof MN Harisudin menerangkan kata kunci keberhasilan Gerakan Sepako ialah sinergi. Sinergi jadi hal yang amat penting.

 

“Di tengah pandemi, bermacam lembaga seperti tampak dalam aktifitas ini, dapat melakukan kerjasama dan sinergi melakukan aktifitas sosial untuk mengurangi kesengsaraan korban terdampak pandemi,” tegasnya.

 
Kontributor: M Irwan Z
Editor: Kendi Setiawan

Penghasilan Pekerja di Jember Terhenti, Maha siswa Aktifkan Sepako – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *