Pengurus-Presidium-KAMI-Jabar-Bakal-Diperiksa-karena-Menyekap-dan-Menganiaya-Polisi.jpg

Pengurus Presidium KAMI Jabar Akan Diperiksa karena Menganiaya Polisi

Diposting pada

Pengurus Presidium KAMI Jabar Bakal Diperiksa karena Menyekap dan Menganiaya Polisi

BANDUNG – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami polisi anggota Polda Jabar, Brigpol Azis di sebuah rumah Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, pada Kamis 8 Oktober 2020 petang, terus diusut.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar bakal memeriksa beberapa orang dari Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar sebagai saksi terkait kasus tersebut.

“Pesidium KAMI itu akan dimintai keterangan beberapa orang,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Adrimulan Chaniago ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (14/10/2020).

Sementara itu, Direktur Direktorat Reskrimum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi mengatakan, pemeriksaan terhadap pengurus KAMI Jabar akan dilaksanakan penyidik pada Kamis (15/10/2020).

“Mereka berstatus sebagai saksi. Selain soal kasus penganiayaan, mereka juga dimintai keterangan soal keterlibatan dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang berujung ricuh,” ujar Kombes Pol CH Patoppoi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 7 orang ditetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap anggota Polri yang bertugas mengamankan unjuk rasa Omnibus Law di Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Kamis 8 Oktober 2020 petang.

Baca Juga :  KAMI Provokasi Aksi Demo Berakhir Rusuh di Mana-mana, Ini Pernyataan Sikap Presidium KAMI Setelah Ditangkap

Penganiayaan terhadap anggota Polri yang bertugas di satuan Ditintelkam Polda Jabar terjadi di posko relawan Jalan Sultan Agung, Kota Bandung. Dari tujuh tersangka, tiga ditahan dan empat lainnya tak ditahan karena masih di bawah umur.

Identitas tiga tersangka yang ditahan antara lain, Deni Ramdani warga Kabupaten Bandung, Cucu Heriyanto warga Kabupaten Ciamis, dan Dwi Hendra, Kota Bandung. Sedangkan empat tersangka yang tidak ditahan yakni, SLK, SS, RK, dan DS.

Para tersangka dijerat Pasal 351 dan 170 KUHPidana tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tersangka Deni Ramdani, Cucu Heriyanto, dan Dwi Hendra, ternyata simpatisan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Fakta tiga tersangka merupakan simpatisan KAMI itu dibenarkan oleh Koordinator Lapangan Posko Kesehatan KAMI Jabar Robby Win Kadir.

Kata Pemilik Rumah Jalan Sultan Agung Soal Penyekapan Polisi

Fadly, pemilik rumah itu angkat bicara terkait peristiwa tersebut. Ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (13/10/2020), Fadly mengatakan, benar telah terjadi dugaan penyekapan dan penganiayaan anggota Polda Jabar di rumahnya.

Baca Juga :  Bentengi Jiwa Anak Bangsa dengan Pancasila, Tangkal Provokasi Radikalisme

Peristiwa itu, kata Fadly, berawal pada Kamis (8/10/2020) pagi, datang sejumlah relawan yang meminta izin menggunakan teras rumahnya untuk memberikan bantuan medis bagi para demonstran yang menolak Omnibus Law.

“Karena alasan kemanusiaan dan ingin membantu, saya izinkan para relawan memakai teras rumah saya untuk perawatan medis bagi demonstran,” kata Fadly.

Menjelang magrib, saat Fadly sedang menonton televisi, tiba-tiba mendengar suara pintu gerbang rumah dipukul. Fadly lalu memeriksa gerbang.

Saat itu, Fadly melihat para relawan diminta berbaris oleh polisi berpakaian preman. “Saya tanya, ada apa nih persoalannya. Menurut keterangan polisi, katanya lagi ngejar mahasiswa yang sempat dirawat sama relawan di halaman,” ujar dia.

Ketika polisi masuk, gerbang tiba-tiba dikunci. Lalu diduga terjadi aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap polisi tersebut. “Nah terus polisi masuk ke rumah, terus sama relawan itu (pintu gerbang) dikunci,” tutur Fadly.

Pascakejadian, Fadly dimintai keterangan oleh polisi dan sempat berbincang dengan sejumlah relawan. Seorang relawan mengaku, mereka dikoordinir oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) untuk memberi perawatan medis kepada para pengunjuk rasa.

Baca Juga :  Pakistan Menjerit: “Dunia Wajib Hentikan Genosida di Kashmir !”

Namun Fadly menegaskan, rumahnya bukan posko relawan dan tak pernah menjadi tempat kegiatan KAMI. “Saya ngobrol, tanya dia (relawan) aktif di mana? Aktif di KAMI. Mereka itu sebenarnya lebih aktif di pengajian, cuman yang mengkoordinir orang-orang KAMI. Saya tau pas udah kejadian, di Polda Jabar,” ungkap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait peristiwa dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap anggota Polri itu, Polda Jabar menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Tiga pelaku ditahan di Mapolda Jabar, sedangkan empat lainnya tidak ditahan karena masih di bawah umur, berstatus pelajar dan mahasiswa. (aspratif/sindNews)

Pengurus Presidium KAMI Jabar Akan Diperiksa karena Menganiaya Polisi

Pengurus Presidium KAMI Jabar Akan Diperiksa karena Menganiaya Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *