Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin Masalah Larangan Paham Khilafah di Indonesia

Penjelasan-Wapres-KH-Maruf-Amin-Soal-Larangan-Paham-Khilafah-di-Indonesia.jpg
Views: 557
Read Time:2 Minute, 1 Second

Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin Masalah Larangan Paham Khilafah di Indonesia

14 Views


Read Time:1 Minute, 49 Second

Terkait Masalah Larangan Paham Khilafah di Indonesia, Ini Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin

Cawapres (Wapres) KH Ma’ruf Amin menerangkan bahwa masarakat Indonesia yang Muslim tidak boleh membawa paham khilafah ke dalam kehidupan kebangsaan kita. Apa sebabnya, sebab hal tersebut menabrak Komitmen yang ada dalam wujud Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penjelasan tersebut disampaikan Wapres waktu merespon pertanyaan seorang peserta kuliah umum Lemhanas yang Dilakukan secara virtual, Kamis (9/7/2020), terkait masalah dikotomi nasionalis dan agamis.

Kata KH Ma’ruf Amin, semestinya tidak ada dikotomi antara nasionalis dan agamis di Indonesia. Karena para pendiri bangsa telah menuntaskan masalah hubungan agama dan negara melalui Komitmen nasional itu. Komitmen itulah yang mengikat keindonesiaan sampai waktu ini, selaku landasan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

Baca Juga: Hukuman Bagi ASN Terlibat Ideologi Khilafah Akan Diberhentikan Tidak Hormat

READ  Sambut Idul Kurban, Rumah Ternak LAZISNU Jatim Siapkan Haewan Kurban - Aspiratif News

“Bagi Muslim, tidak boleh dia mambawa paham-paham lain dalam kehidupan kebangsaan kita itu. Termasuk misalnya orang membawa sistem khilafah sebab dianggapnya selaku sesuatu yang islami,” kata Wapres KH Ma’ruf Amin.

Kalau dipersoalkan apakah islami atau tidak, Kyai Ma’ruf Amin menerangkan bahwa yang islami bukan cuma khilafah. Kerajaan juga dapat islami seperti Kerajaan Arab Saudi. Begitupun emirat juga islami, terbukti dengan adanya Abu Dhabi, Kuwait, dan Qatar. Republik juga islami dengan contoh Indonesia, Mesir, Pakistan, dan Turki.

“Itu juga islami. Makanya kita katakan tidak boleh membawa sistem lain selain republik sebab kita telah menyepakati bahwa negara kita ini republik, NKRI. NKRI itu harga mati,” ujar Kyai Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Pesan dari Yaman : Kalau Bendera Hitam Mulai Tersebar di Negara Anda semua, Pertanda Awal Seluruh Kekacauan

Karenanya, Kyai Ma’ruf Menegaskan bahwa khilafah ditolak di Indonesia sebab menyalahi Komitmen, bukan sebab ia tidak islami. Oleh sebab itu, seorang muslim Indonesia haruslah jadi Muslim yang nasionalis sekaligus agamis. Kalau masih ada yang medikotomikannya, dipastikan dia belum memahami konteks keagamaan dan kebangsaaannya.

READ  Jaga Ketahanan Pangan dengan Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik - Aspiratif News

Dalam konteks itu pula, ditunaikan usaha menghilangkan paham radikal melalui deradikalisasi dan kontra-radikalisasi untuk memastikan bahwa paham yang tidak sesuai dengan keislaman serta kebangsaan Indonesia diupayakan mesti terkikis.

“Maka itu saya menjelaskan kita itu mesti Muslim dan Indonesia, mesti Indonesia yang muslim. Islam kita ialah islam yang mempunyai Komitmen,” pungkasnya. (qa/ummatina/beritasatu)

Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin Soal Larangan Paham Khilafah di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *