Bareskrim-Polri-Panggil-Pentolan-KAMI-Ahmad-Yani-Hari-Jumat-untuk-Menjalani-Pemeriksaan.jpg

Pentolan KAMI Ahmad Yani Hari Ini Dipanggil Bareskrim Polri

Diposting pada

Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Hari Jumat untuk Menjalani Pemeriksaan

Jakarta, CNN Indonesia – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal memanggil Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat (23/10/2020).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan bahwa pemeriksaan itu bagian dari pengembangan penyidikan kasus penghasutan unjuk rasa ricuh tersangka Anton Permana. Anton sendiri adalah deklarator KAMI.

“Jadi pada intinya, Siber sudah menyiapkan pemanggilan rencananya hari Jumat besok itu, nanti kita lihat,” kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/10).

Baca juga : Makin Menjadi-jadi, Gatot Nurmantyo: Saya Nggak Takut Diciduk!!

Awi menuturkan bahwa pemeriksaan dilakukan kepada Ahmad Yani dengan statusnya sebagai saksi dalam perkara tersebut. Keterangan Yani diperlukan dalam proses penyidikanyang menjerat sejumlah pentolan KAMI tersebut dalam aksi unjuk rasa belakangan ini.

“Memang itu menjadi salah satu proses penyidikan, yaitu sebagai saksi,” ujar Awi.

Selama proses penyidikan, Kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi fakta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Meski demikian, Awi enggan merinci saksi-saksi yang telah diperiksa selama ini.

Baca Juga :  Jokowi: Kita Segera Melangkah Recovery, Vaksin COVID Tiba di Awal Desember

“Dari awal kami sudah jelaskan bahwasanya kita tidak menyasar KAMI. Tapi kebetulan para pelaku itu anggota organisasi tersebut,” kata dia.

Sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghasutan kericuhan selama demo menolak omnibus law UU Ciptaker. Dari sembilan tersangka itu, beberapa di antaranya terafiliasi dengan KAMI.

Bahkan tiga petinggi KAMI turut diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat serta satu Deklarator KAMI, Anton Permana.

Mereka diduga menyebarkan pesan-pesan provokatif sehingga membuat unjuk rasa penolakan terhadap UU Cipta Kerja selama beberapa waktu belakangan berakhir ricuh.

Baca juga : Mahfud MD: Pemikiran dan Kritik KAMI Tidak Memberikan Terobosan Baru

Para tersangka dijerat pasal berlapis. Mulai dari ujaran kebencian, berita tak benar sebagaimana termaktub dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan juga dengan pasal penghasutan dalam KUHP. (aspratif/CNNINDONESIA)

Pentolan KAMI Ahmad Yani Hari Ini Dipanggil Bareskrim Polri

Pentolan KAMI Ahmad Yani Hari Ini Dipanggil Bareskrim Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *