Peran-Penting-Para-Kiai-dalam-Penerimaan-Pancasila-di-Awal-Berdirinya-NKRI.jpg

Peran Penting Para Kyai NU dalam Penerimaan Pancasila di Awal Berdirinya NKRI

Diposting pada

KH Afifuddin Muhajir Tegaskan Peran Penting Para Kyai NU dalam Penerimaan Pancasila di Awal-awal Berdirinya NKRI

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir mengungkapkan bahwa kalau perdebatan soal dasar negara, pada awal-awal kemerdekaan, tidak ditengahi oleh Pancasila, mungkin saja sampai Saat ini Indonesia tidak akan lahir.

Hal tersebut diungkapkan dalam webinar bertema ‘Pancasila: Dasar Negara Pilihan Para Kyai’ yang ditayangkan secara langsung di Kanal Youtube 164 Channel, pada Ahad (27/9).

“Kalau waktu itu para kyai tidak bersepakat untuk menerima Pancasila, mungkin kondisi kita tidak akan seaman dan senyaman waktu ini,” tambah Kyai Afif.

Menurut dia, Pancasila di 1 sisi sungguh tidak ideal sebab tidak sesuai dengan keinginan kaum muslimin awalnya yang berharap negara ini berdasar Islam. Akan tetapi, di sisi lain menjadikan Pancasila selaku dasar negara Adalah sesuatu yang amat ideal.

“Sebab cuma dengan Pancasila, ummat dapat diselamatkan,” kata Pengasuh Pesantren Sukorejo Asembagus, Situbondo, Jawa Timur ini.

Kyai Afif membagi Pancasila ke dalam 3 kategori. Ke-1, Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Ke-2, Pancasila seirama dengan syariat Islam. Ketiga, Pancasila ialah syariat Islam itu sendiri.

Baca Juga :  Cinta NKRI Perlu Ditingkatkan untuk Bentengi Diri dari Ideologi Asing

“NU memilih yang ke-2. Bahwa Pancasila seirama dengan syariat. Maksudnya seirama ialah kalau kita melacak ayat Al-Quran dan hadits, banyak ditemukan yang seirama dengan sila yang ada pada Pancasila,” gamblang ahli ilmu ushul fiqih ini.

Menurut Kyai Afif, orang NU berpandangan bahwa Pancasila bukanlah agama. Akan tetapi Pancasila, khususnya pada sila ke-1, mencerminkan tauhid. Hal tersebut mencerminkan bahwa Pancasila ialah sesuatu yang sesuai syariat sekalipun bukan syariat itu sendiri.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abd A’la Basyir mengungkapkan bahwa waktu menerima asas tunggal Pancasila, para kyai menganggap nilai-nilai Pancasila itu baik dan membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.

“Pilihan kyai untuk menjadikan Pancasila selaku dasar negara itu amat kuat dan mempunyai argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, teologis, dan bahkan secara sosial. Karena Pancasila memberikan ruang untuk nilai-nilai agama dapat berkembang semaksimal mungkin,” gamblang Kyai A’la.

Menurut Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini, Indonesia sudah jadi lirikan nyaris semua dunia sebab keindahan dan menduduki posisi yang amat strategis.

Baca Juga :  Toleransi Sebagai Kunci Persatuan dan Kerukunan Bangsa

“Dan dengan langsung atau tidak, benturan-benturan mungkin saja terjadi. Namun alhamdulillah sampai sekarang bermacam benturan yang terjadi tidak sampai menghancur-leburkan bangsa ini. Ini berkat hadirnya Pancasila yang sudah dipilih oleh kyai,” katanya.

Moderator dialog ini ialah Rektor Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah Kencong, Jember Gus Rijal Mumazziq Z. Waktu menutup agenda dialog, ia mengutip ungkapan menarik dari KH Abdul Muchit Muzadi yang pernah disowani dan ditanya soal konsep bernegara yang baik.

“Indonesia andaikan sebuah rumah bareng. Fondasinya didirikan ummat Islam. Temboknya dibangun ummat Katolik dan Kristen. Atapnya diletakkan orang Hindu dan dipasang orang Buddha. Lalu orang-orang Konghucu bertugas menyapu halamannya sekaligus melengkapi perabotannya,” begitu respon Kyai Abdul Muchit Muzadi yang disampaikan Gus Rijal.

Jadi, lanjut Gus Rijal, tidak ada kebanyakan yang melaksanakan penindasan di sini sebab seluruh ikut bergotong-royong dalam membangun bangsa Indonesia. Untuknya, pandangan Kyai Abdul Muchit Muzadi itu dilatarbelakangi gurunya, ialah KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Shiddiq.

Baca Juga :  Ledakan Dahsyat di Beirut Pelajaran bagi Indonesia Simpan Bahan Peledak

“Beliau bagian deklarator yang menjembatani relasi Islam dan kebangsaan, serta antara Islam dan Pancasila. Bagi saya, respon Kyai Abdul Muchit Muzadi amat luar biasa brilian dan memperlihatkan kemampuan beliau selaku seorang kyai yang amat bijak,” tutupnya.

Judul Asli : KH Afifuddin Muhajir Tegaskan Peran Penting Para Kyai dalam Penerimaan Pancasila

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/123510/kh-afifuddin-muhajir-tegaskan-peran-penting-para-kiai-dalam-penerimaan-pancasila

Peran Penting Para Kyai NU dalam Penerimaan Pancasila di Awal Berdirinya NKRI

Peran Penting Para Kyai NU dalam Penerimaan Pancasila di Awal Berdirinya NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *