Perang-Armenia-vs-Azerbaijan-Perang-Rudal-Semakin-Brutal.jpg

Perang Armenia vs Azerbaijan, Perang Rudal Semakin Brutal

Diposting pada

Berita Perang Terkini: Konflik Armenia vs Azerbaijan, Perang Rudal Semakin Brutal

YEREVAN – Aksi saling serang menggunakan rudal antara kelompok separatis pro-Armenia di Nagorno-Karabakh melawan pasukan Azerbaijan semakin brutal. Kota-kota di Azerbaijan juga menderita akibat digempur sejumlah rudal dari wilayah Armenia.

Arayik Harutyunyan, Pemimpin wilayah Nagorno-Karabakh, memperingatkan kepada warga di kota-kota besar Azerbaijan pada hari Minggu untuk pergi guna menghindari kerugian yang tak terhindarkan setelah dia mengatakan Azerbaijan menargetkan warga sipil di kota utama kawasan Stepanakert beberapa hari terakhir.

“Objek beberapa mil di kota-kota besar Azerbaijan adalah target Tentara Pertahanan Artsakh. (Saya) menyerukan kepada penduduk Azerbaijan untuk meninggalkan kota-kota ini untuk menghindari kerugian yang tak terhindarkan,” tulis dia di Twitter. Artsakh adalah nama lain Nagorno-Karabakh setelah memerdekakan diri dari Azerbaijan tahun 1990-an.

Tapi Harutyunyan kemudian memperbarui tweet-nya bahwa penembakan rudal dari pasukannya telah berhenti. “Saat ini penembakan dihentikan atas perintah saya untuk menghindari kerugian di antara warga sipil. Gagalnya kepemimpinan militer-politik Azerbaijan untuk menarik pelajaran yang sesuai, tanggapan kami yang sepadan akan terus berlanjut. Azerbaijan masih bisa menghentikan agresinya,” lanjut dia, seperti dikutip CNN, Senin (5/10/2020).

Baca Juga :  Kemensos distribusikan bantuan untuk pengungsi Merapi

Ketegangan berkepanjangan antara Armenia dan Azerbaijan telah berkobar baru-baru ini di wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan, dengan kedua belah pihak saling menuduh menyerang warga sipil di tengah laporan korban jiwa yang terus meningkat.

Dihuni dan dikendalikan oleh etnis Armenia, Nagorno-Karabakh berada di dalam wilayah Azerbaijan. Klaim kemerdekaannya didukung oleh Armenia, yang dihubungkan oleh dua jalan raya. Nagorno-Karabakh juga menggunakan kendali atas beberapa wilayah yang berdekatan yang secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan.

Armenia dan Azerbaijan telah lama berselisih tentang wilayah pegunungan tersebut, dan berperang memperebutkannya yang berakhir pada tahun 1994. Meskipun konflik tersebut diakhiri dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia, pertempuran militer antara kedua belah pihak tidak jarang terjadi.

Azerbaijan pada hari Minggu mengatakan kota Ganja yang padat penduduknya dan beberapa distrik dekat Nagorno-Karabakh diserang oleh tembakan rudal dari Armenia.

“Serangan Rudal tanpa pandang bulu diluncurkan terhadap kota-kota Azerbaijan, Ganja, Füzuli, Tartar dan Jabrayil dari wilayah Armenia. Ganja adalah kota terbesar kedua di Azerbaijan. Berpenduduk lebih dari 500.000 jiwa,” kata Hikmet Hajiyev, seorang pembantu kebijakan luar negeri terkemuka untuk Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, di Twitter.

Baca Juga :  Suriah Tuduh Rezim Turki Sponsor Utama Terorisme di Suriah

Hajiyev juga men-tweet video kerusakan bangunan dan mobil dengan asap membumbung di langit serta orang-orang berkumpul di jalan-jalan. “Rekaman ini adalah hasil dari serangan rudal besar-besaran Armenia terhadap daerah pemukiman padat di kota Ganja. Azerbaijan mempertahankan haknya untuk mengambil tindakan yang memadai terhadap target militer yang sah untuk membela warga sipil dan memaksa Armenia untuk perdamaian,” lanjut Hajiyev.

Kementerian Pertahanan Armenia membantah menyerang kota-kota di Azerbaijan dengan rudal. “Kementerian Pertahanan Republik Armenia secara resmi menyatakan bahwa tidak ada tembakan apa pun yang dibuka dari wilayah Armenia ke arah Azerbaijan,” kata Shushan Stepanyan, juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia di Twitter pada hari Minggu. (ar)

Perang Armenia vs Azerbaijan, Perang Rudal Semakin Brutal

Perang Armenia vs Azerbaijan, Perang Rudal Semakin Brutal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *