Perdebatan Emosional Cermin Kemunduran Islam di Indonesia – Aspiratif News

Views: 6
Read Time:1 Minute, 26 Second

Perdebatan Emosional Cermin Kemunduran Islam di Indonesia – Aspiratif News

Malang, Aspiratif News

Di media sosial kerap marak perdebatan Soal hal bid’ah atau tidak suatu amalan. Perbincangan itu bukan cuma menguras emosi para pelaku debat tapi juga kadang memicu saling komentar negatif ke lawan bicara. 


Luqman Ahsanul Karom, pengajar di Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyyah Kepuharjo Karangploso Malang, Jawa Timur, menilai fenomena tersebut Ialah cermin kemunduran Kemajuan Islam di Indonesia, khususnya tatkala perdebatan tersebut dikerjakan oleh para akademisi.


Ketua Pergunu Kecamatan Karangploso ini dalam hal ini Mengingatkan Soal hal dialog wacana keislaman yang berkembang di Indonesia semenjak tahun 1970-an sampai dengan 1990-an.


“Kita melihat, kalangan intelektual muslim di UIN dan IAIN dulu seperti Nurcholis Madjid, Gus Dur, dan sebagainya sudah mendiskusikan masalah-masalah besar,” katanya waktu dijumpai Aspiratif News di kediamannya.


“Mereka sudah membincangkan bagaimana membentuk masarakat madani, pribumisasi Islam, dan semacamnya. Bukan lagi masalah-masalah bid’ah. Ini sudah selesai sudah lama,” tambahnya.

READ  Polri Lakukan Penyekatan Arus Balik di Seluruh Jawa - Aspiratif News


Ustadz yang juga alumni Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini menyesalkan bahwa agama dalam Kemajuan pascareformasi ini kian dibawa ke dalam perdebatan emosional dan bukan problem intelektual. Dampaknya, agama jadi identik dengan emosi dan kemarahan.


“Sayangnya sekarang ini agama dibawa ke dalam ranah emosional. Jadi agama identik dengan pelampiasan emosi saja,” kata pria yang juga aktif di kepengurusan GP Ansor ini.


menurutnya, di pesantren sungguh berkembang juga tradisi debat. Akan tetapi, dialog masih dalam ranah intelektual. Adu pandangan boleh sengit, tapi argumentasi tetap wajib dikedepankan dan setelahnya peserta dialog akur kembali. 


“Maka, tugas kita sebagai orang pesantren wajib menaikkan kedewasaan masarakat dalam beragama,” pungkasnya.


Kontributor: R. Ahmad Nur Kholis

Editor: Mahbib

Perdebatan Emosional Cermin Kemunduran Islam di Indonesia – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *