ali-mochtar-ngabalin_16928129.jpeg

Peringatan Ngabalin ke Andi Mallarangeng soal ‘Moeldoko Dapat Izin Jokowi’

Diposting pada

Sekretaris Dewan Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng khawatir Ketua KSP Moeldoko akan mendapat izin dari Presiden Jokowi terkait rumor kejadian Wabah Demokrat. Pakar KSP Ali Mochtar Ngabalin memperingatkan Andi agar tidak menyeret nama Jokowi.

“Dari awal saya bilang jangan pernah bermimpi dan menyeret Jokowi ke hal-hal sepele seperti ini. Kalau paham politik, dari awal harus solid konsolidasi internal dari awal,” kata Ngabalin saat dihubungi, Minggu (7/9 /). 2018). / 3). / 2021).

Ngabalin mencontohkan, peristiwa yang diklaim Partai Demokrat KLB adalah urusan internal partai. Ia heran, Andi Mallarangeng masih mengaitkan Jokowi dengan urusan demokrasi.

“Jangan kaitkan dengan pemerintah, negara, Jokowi, istana. Sekarang matikan pikiran hambar, pikiran panik, pikiran yang menghubungkan orang lain. Dari awal saya ucapkan,” kata Ngabalin.

“Jadi kalau ada orang untuk KLB, pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi masalah internal. Ya, orang di dalam partai, orang di dalam. Kenapa Presiden Joko Widodo harus dilibatkan, menyeret-nyeret dirinya sendiri,” ujarnya.

Ngabalin memperkirakan Partai Demokrat harus bisa menekan gerakan KLB saat mendapat informasi awal. Ia yakin Andi Mallarangeng harus memahami dunia politik.

Baca Juga :  Guru Besar UIN Jakarta: Jangan Pindahkan Tanggung Jawab Negara ke Komnas HAM

“Jangan biarkan orang tertawa dan tertawa lagi dengan pernyataan Anda,” kata Ngabalin.

Ngabalin juga memprotes Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyentuh posisi KSP dengan menyebut nama Moeldoko. Padahal, kata Ngabalin, Moeldoko tidak pernah melibatkan KSP dalam urusan demokrasi.

“Kami tidak pernah meminta kami untuk membicarakannya. Urusan demokrasi tidak pernah mengundang kami untuk berbicara,” kata Ngabalin.

“Jadi kenapa diseret ke istana, ke Bina Graha, sampai SBY menyebut Moeldoko sebagai KSP Moeldoko, KSP Moeldoko, apa itu! Hubungi Ngabalin.

Sebelumnya, Andi Mallarangeng mengaku yakin Moeldoko telah memberikan izin kepada Presiden Jokowi untuk menjadi direktur PD melalui KLB. Hal itu diungkapkannya dalam diskusi kontroversial bertajuk “Kami Akan Bercerita Tentang Demokrat Saat Ini” melalui YouTube MNC Trijaya, Sabtu (6/3).

“Bagi saya, karena orang-orang seperti yang ada di lingkaran dalam presiden bertemu dengan presiden setiap hari, mereka ingin menjadi presiden partai, bagaimana menurut Anda sebelum berbicara? Karena kami tidak minta izin, kami tidak bisa bicara, “kata Andi.

Baca Juga :  Ansarullah Pastikan akan Terus Menyerang Saudi

Lebih lanjut, Andi Mallarangeng mengaku prihatin jika Jokowi mengizinkan Moeldoko melakukan manuver politik hingga dinobatkan sebagai Ketum PD dalam versi KLB Sumatera Utara. Andi mengaku menunggu tanggapan Presiden Jokowi atas kemunculan sosok Moeldoko dalam KLB PDE di Sumatera Utara.

“Dan jika benar itu dilakukan dan oleh karena itu tidak ada (pencegahan), dan dibiarkan, saya khawatir pemerintahan Jokowi akan membiarkan kejadian seperti ini, membiarkan campur tangan rakyat yang berkuasa. Posisi Pak Moeldoko adalah bos. staf kepresidenan, yang merupakan posisi politik. Jadi gerakan politik terus berlanjut, ”ujarnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *