nadiem-696x522.jpeg

Peringati Hardiknas, Mendikbud Ristek Ingin Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tak Hanya Sekadar Slogan

Diposting pada
nadiem Peringati Hardiknas, Menristek Ingin Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Bukan Hanya Slogan

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengadakan rangkaian acara, salah satunya upacara bendera yang berlangsung pagi ini di kantor Kementerian. Pendidikan dan Kebudayaan. Kebudayaan, dan dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Nadiem menginginkan Hari Pendidikan Nasional yang merupakan hari lahir bapak pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, semua keluhan dikesampingkan dan semangat menyambut pendidikan Indonesia tumbuh. Ia juga ingin pemikiran Ki Hadjar Dewantara lebih dari sekedar slogan.

“Sudah terlalu lama kita tidak memanfaatkan sepenuhnya pemikiran Ki Hadjar Dewantara, kita menggunakan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai slogan-slogan sederhana, dimana pendidikan RI harus mengarah pada kebahagiaan batin, serta keselamatan jasmani, dan esensi mendasar“ Pendidikan harus bebas kehidupan manusia, “kata Nadiem saat menjabat sebagai pengawas upacara yang disiarkan dalam program online yang disiarkan di YouTube untuk anak-anak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Minggu (2/5/2021).

“Mulai hari ini kebahagiaan dan penderitaan, pemikiran bapak pendidikan Indonesia harus diinspirasi dan dihidupkan kembali, agar tercipta pendidikan yang lebih cepat dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia dan kebebasan belajar yang sejati,” sambungnya.

Baca Juga :  Mahfud MD: Indonesia Harus Bersyukur Memiliki Ormas Seperti NU

Nadiem melanjutkan, sudah 62 tahun Hardiknas berdiri setiap 2 Mei lalu. Hari ini adalah waktu yang tepat bagi setiap orang untuk merefleksikan siapa yang berbuat baik dan apa yang perlu ditingkatkan, babak baru dalam pendidikan Indonesia berarti transformasi yang tetap berpijak pada sejarah bangsa, tetapi juga berani menciptakan sejarah baru yang gemilang.

Ia juga ingin agar anak-anak Indonesia menjadi santri yang percaya pada nilai-nilai Pancasila bagi kehidupan dan mampu menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri. Oleh karena itu, Kementerian ini terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai penemuan Merdeka Belajar 4, upaya untuk terus berbenah dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya peningkatan infrastruktur dan teknologi; kedua, penyempurnaan kebijakan, prosedur dan pendanaan, serta pemberian otonomi yang lebih besar kepada satuan pendidikan; ketiga, meningkatkan budaya dan kepemimpinan masyarakat; dan keempat, meningkatkan kurikulum, pedagogi dan penilaian.

“Sejak saya menjabat dan hingga saat ini, bahkan selama pandemi, 10 episode pembelajaran gratis telah diluncurkan dan banyak terobosan pembelajaran gratis lainnya masih berlangsung. Transformasi yang sedang kami lakukan terus kami implementasikan untuk memastikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di kawasan tersebut dapat berubah dengan cepat, ”jelas Nadiem.

Baca Juga :  Siber Polri Mulai Kirim Peringatan Virtual ke Penyebar Hoax

Nadiem menuturkan, dari lubuk hatinya yang terdalam, atas nama keluarga besar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga. Prestasi Merdeka Belajar benar-benar dapat menyasar seluruh masyarakat.

Mulai dari pendidik dan peserta didik dari PAUD hingga perguruan tinggi, orang tua, perwakilan masyarakat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga bisnis dan industri, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, ungkap pendiri Gojek ini.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *