Rizieq-Shihab-696x392.jpg

Perjuangan Rizieq Syihab Lolos dari Jeratan Pidana Kembali Kandas

Diposting pada
ANTARA / Hafidz Mubarak A.

Sidang pendahuluan yang diajukan Rizieq Shihab dinyatakan batal demi hukum oleh dewan juri Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ini menambah daftar mereka yang terjebak dalam perjuangan Rizieq Syihab untuk melarikan diri dari perbudakan kriminal.

Seperti diketahui, Rizieq Syihab tercatat dua kali saat pemeriksaan pendahuluan. Kasus pertama melibatkan penetapan tersangka dan penahanan sehubungan dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Kedua, Rizieq Syihab mempertanyakan penahanan dan penangkapannya. Kedua kasus tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus pertama diputuskan pada Selasa (12/1). Semua permintaan dari tim kuasa hukum Rizieq Syihab hingga sidang awal terkait penetapan dugaan dan penahanan ditolak dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Akhmad Sahyuti.

“Buktinya menolak permohonan secara keseluruhan,” kata Akhmad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/12) seperti dikutip merdeka.com.

Akhmad menilai penetapan Rizieq sebagai tersangka didukung alat bukti yang sah. Penyidik ​​polisi, lanjut Akhmad, memperoleh sederet alat bukti dan mendapat informasi dari sejumlah ahli. Karena itu, polisi menyebut perayaan putra Rizieq dan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga :  3 Kabar Baik dari Jokowi Saat Setahun Corona di RI

Berdasarkan hasil wawancara dengan saksi, pengungkapan informasi tersebut merupakan tindak pidana melawan hukum atau tertulis untuk menghasut kekuasaan publik, sehingga tidak mau tunduk pada peraturan perundang-undangan atau tidak sesuai dengan pelanggaran hukum. karantina kesehatan, menyebabkan keadaan darurat kesehatan masyarakat. Jadi yang diajukan pemohon tidak berdasar, ditolak, ”ucapnya.

Sementara itu, Rizieq Syihab mengajukan sidang pendahuluan dan kandas. Sidang yang dipimpin hakim tunggal Suharno memutuskan perkara awal penangkapan dan penahanan Rizieq Syihab dinyatakan batal demi hukum.

Soal dimulainya sidang pokok kasus pelanggaran protokol kesehatan dimulai kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3). Oleh karena itu, Suharno menjelaskan bahwa gugatan terhadap pemohon Rizieq Syihab dan terdakwa polisi tidak diterima atau dinyatakan batal.

Hal tersebut diatur dengan ketentuan Pasal 82 ayat 1 huruf d, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk proses peradilan pendahuluan dapat dinyatakan tidak sah apabila persidangan pokok perkara sudah dimulai.

Hal ini berlanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi nomor 102 / PUU-XIII / 2015 yang menjelaskan batas waktu pembatalan persidangan pada sidang pertama perkara pokok atas nama terdakwa sementara / pemohon banding.

Baca Juga :  Kemensos Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Akselerasi Penyerapan Anggaran di Awal Tahun 2021

“Oleh karena itu, berdasarkan Pasal 82 ayat 1 huruf d tahun 1981 tentang KUHAP, hakim berpendapat bahwa permohonan pendahuluan yang diajukan oleh pemohon harus dinyatakan batal,” kata Suharno di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/9). 16). 3).

Selebihnya, Suharno mengatakan belum ada keputusan terkait gugatan terkait penangkapan dan penahanan Habib. Juga dalam kasus ini hakim menagih pelamar dengan jumlah yang sama dengan nol.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran aturan kesehatan. Tekad tersebut tak lepas dari keramaian pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Rizieq Syihab, Syarifah Najwa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. Jadi, sejauh menyangkut penyidikan tersangka, itu merupakan hasil kesepakatan penyidik ​​usai melengkapi judul perkara pada Selasa (8/12).

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *