Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual – Aspiratif News

Views: 1772
Read Time:2 Minute, 17 Second

Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Para pemimpin di bermacam lembaga mulai dari pemimpin sekolah, lembaga swasta apalagi lembaga negara disarankan mempertajam intuisinya (firasat). Hal ini dikerjakan dengan cara mengolah spiritualitas melalui beberapa usaha diantaranya dengan menyucikan jiwa, meluruskan niat, menjaga ketaqwaan, dan selalu berusaha mendekatkan diri ke Allah Swt.


“Khususnya menjaga zikirnya ke Allah, dengan harapan Allah berkenan untuk senantiasa bersamanya, memberikan rahmat-Nya berupa cahaya bimbingan dan petunjuk-petunjuk dari-Nya,” Ujar Hj Rihab Said Aqil dalam aktifitas Zoominar yang diprakarsai LP Ma`arif PBNU, Jum`at (10/7)


Ditambahkannya, kepemimpinan seperti ini Ialah pemimpin ideal dalam pandangan tasawuf karena mempunyai kesanggupan untuk selalu terhubung dengan Allah dan alam spiritual. Alhasil, semua keputusan taktik yang dibuat oleh pemimpin tersebut selalu sesuai dengan kehendak ilahi dan prinsip kebenaran.


“Dan prinsip kebenaran tersebut cuma dapat dicapai dengan qalbu atau the higher self,” jelas puteri KH Said Aqil Siroj ini pada acara bertemakan Jalan Sufi: Spiritualitas dan Intuisi Pemimpin di Indonesia pada Era Pandemi.


Pemimpin seperti ini, tambahnya, Ialah pemimpin ideal yang mempunyai korelasi dengan sabda Nabi Muhammad yang Menyatakan bahwa seorang pemimpin ialah bayangan Allah di muka bumi karena laku lampah pemimpin tersebut terkoneksi langsung dengan Allah.

READ  kiai Ma'ruf: Pemuda Mesti Dibentengi Ideologi Pancasila yang Kokoh


“Pemimpin ini wajib betul-betul seseorang representatif yang ikut prinsip-prinsip kebenaran, yang ber-takhalluq, yang akhlaknya menyerupai ‘akhlak Allah’ karena dia ialah bayangan Allah di muka bumi,” urai doktor Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.


Hadits tersebut, sambungnya, sesuai dengan dengan firman Allah dalam Hadits Qudsi: Dan hamba-Ku selalu mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Saya mencintainya, dan jika telah mencintainya  maka Saya jadi telinganya, jadi matanya, jadi tangannya dan jadi kakinya.


“Artinya Allah akan bareng pemimpin tersebut,” ujarnya.


Untuk mempertajam intuisi, Ning Rihab menyampaikan 5 strategi dalam mengembangkan kesanggupan intuisi yaitu ke-1 memperbanyak pengetahuan dan pengalaman, ke-2 berpikir kreatif ialah mempunyai jeda waktu untuk menemukan ide baru yang dalam prosesnya memerlukan inkubasi.


“Ketiga, melakukan ritual keagamaan, itu sudah tentu pasti,” imbuhnya


Ke-4, mindfullness atau melatih kesadaran dan konsentrasi. Strategi ini berguna waktu memperoleh sebuah informasi betul-betul dalam kondisi sadar sehingga tahu apa yang tengah dikerjakan dan dapat menyerap informasi dengan baik dan benar.

READ  Usulan Dahnil Problem Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi Dianggap Aneh dan Salah Kaprah


“Mesti sadar full apa yang tengah kita lakukan, apa yang tengah kita bicarakan, apa yang orang lain tengah membisiki kita semuanya wajib selalu dalam keadaan mindfulness, sadar full dan yang kelima ialah mempunyai nilai-nilai moral,” jelasnya.


Dikatakannya, pemimpin pun mestinya melakukan musyawarah sebagai bentuk usaha dalam melakukan konfirmasi sekaligus menguji keakuratan sebuah intuisi agar terhindar dari kekhilafan.


Kontributor: Aiz Luthfi

Editor: Muhammad Faizin

Perlunya Para Pemimpin Pertajam Intuisi dengan Olah Spiritual – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *