Pertama-Berkunjung-ke-Irak-Paus-Fransiskus-Serukan-Penghentian-Kekerasan.jpg

Pertama Berkunjung ke Irak, Paus Fransiskus Serukan Penghentian Kekerasan

Diposting pada

Bagdad, Warta Batavia – Paus Fransiskus melakukan kunjungan kepausan pertamanya ke Irak pada Jumat (5/3). Dalam pidato pembukaan kunjungannya, dia menyerukan diakhirinya “kekerasan dan ekstremisme” di Irak, negara yang dilanda perang dan masih diguncang oleh kekerasan bersamaan dengan pandemi Covid-19.

Pria berusia 84 tahun itu menginjakkan kaki di negara 1001 Nights untuk menghibur salah satu komunitas Kristen Irak, yang notabene tertua di dunia, sekaligus memperdalam dialog dengan umat Islam.

“Mudah-mudahan bisa mengakhiri tindak kekerasan dan ekstremisme, faksi dan intoleransi,” harapnya dalam pidatonya di istana presiden di Baghdad.

Francis tiba di Bandara Internasional Baghdad pada sore hari, disambut oleh Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi dan kelompok yang menampilkan musik dan tarian tradisional Irak.

Dia kemudian bertemu dengan Presiden Barham Salih, yang secara resmi mengundangnya pada 2019, serta para pemimpin pemerintahan dan agama lainnya.

Di istana presiden, pemimpin 1,3 miliar umat Katolik dunia itu juga menyentuh akar agama Kristen di Irak.

“Kehadiran umat Kristiani di tanah ini, dan kontribusinya bagi kehidupan bangsa, merupakan warisan yang melimpah yang ingin terus mereka berikan untuk melayani semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Innalillah! Terpapar Radikalisme, Mahasiswa IPB Nyaris Bunuh Orang Tua Karena Larang Ke Suriah

Dia juga mengimbau para pejabat Irak untuk “memerangi hantu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan ketidaktahuan hukum” karena Irak terdaftar oleh Transparency International sebagai salah satu negara paling korup. (mm / aljazeera)

Baca juga:

Kataib Sayyid al-Syuhada: Kami bukan pelaku penyerangan terhadap Ayn al-Asad

Saudi prihatin tentang kemungkinan serangan rudal dari Irak

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *