Pertemuan-Netanyahu-Bin-Salman-Picu-Pertikaian-di-Tengah-Dinasti-Saud.jpg

Pertemuan Netanyahu-Bin Salman Picu Pertikaian di Tengah Dinasti Saud

Diposting pada

Pertemuan Netanyahu-Bin Salman Picu Pertikaian di Tengah Dinasti Saud

Riyadh,Warta Batavia-Harian Haaretz mengabarkan, Dinasti Saud terpecah menjadi dua kelompok dalam menyikapi hubungan dengan Rezim Zionis. Perpecahan ini meruncing usai pertemuan Muhammad bin Salman (MbS) dengan Benyamin Netanyahu.

Menurut Haaretz, sebagian dari Keluarga Kerajaan ingin agar kompromi dengan Israel disyaratkan atas pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967. Sebagian lain menghendaki agar normalisasi segera dilakukan karena mencemaskan tindakan Pemerintahan Joe Biden terhadap Riyadh. Kelompok kedua ini dipimpin oleh MbS.

Harian berbahasa Ibrani ini menyatakan, dua pangeran terkemuka Saudi, yaitu Turki Faisal dan Bandar bin Sultan saling berseberangan dalam kaitan normalisasi dengan Israel.

Haaretz mengklaim, Turki Faisal memihak pandangan Raja Salman, yang meyakini Perjanjian Arab 2002 sebagai fondasi dalam menyikapi isu Palestina. Berdasarkan perjanjian ini, kompromi dengan Israel bisa dilakukan asal negara Palestina dibentuk dengan Quds Timur sebagai ibu kotanya dan para pengungsi Palestina diizinkan kembali.

Di lain pihak, tulis Haaretz, MbS ingin Saudi segera menormalisasi hubungan dengan Israel. Meski demikian, belum jelas apa imbalan yang dikehendaki Mbs dari normalisasi tersebut. Sebagian pihak menyatakan, pencabutan tuduhan dalam kasus Khashoggi dan kesepakatan transaksi alutsista, seperti pembelian F-35, adalah hal-hal yang diinginkan MbS sebagai imbalan normalisasi. (af/alalam)

Baca Juga :  Breaking News! Sejumlah Anggota Hizbut Tahrir Ditangkap dalam Operasi Khusus

Baca Juga:

Sandiwara Persiteruan Menlu Israel dan Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi

Tuding Israel Terlibat, Iran Identifikasi Para Perencana Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

Pertemuan Netanyahu-Bin Salman Picu Pertikaian di Tengah Dinasti Saud

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *