Pesan Kemanusiaan Ketua NU Lampung di Hari Kurban 1441 H – Aspiratif News

Pesan Kemanusiaan Ketua NU Lampung di Hari Kurban 1441 H
Views: 946
Read Time:2 Minute, 12 Second

Pesan Kemanusiaan Ketua NU Lampung di Hari Kurban 1441 H – Aspiratif News

Bandarlampung, NU Online

Ada 2 hari raya Utama yang dirayakan oleh ummat Islam ialah Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Kurban. Pada masing-masing hari raya tersebut, ada ibadah yang mengiringinya dan mempunyai target yang sama. Pada Idul Fitri kita diharuskan untuk menunaikan zakat dan pada Idul Kurban kita dianjurkan untuk berkurban.


Ke-2 ibadah yang mengiringi ini mempunyai target sama ialah untuk menjadikan semua orang yang ada di kisaran kita bahagia. Kepekaan sosial diajarkan oleh agama melalui ibadah ini karena kita mesti menyadari bahwa tidak semua orang berkecukupan dan mempunyai bekal cukup untuk merayakan hari raya.


Apalagi di era pandemi Covid-19 yang sampai waktu ini belum mereda. Banyak penduduk yang mengalami kerepotan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan ataupun mengalami kebangkrutan dalam usaha.


“Masih ada orang yang belum tahu nanti siang makan apa, besok makannya bagaimana. Sehingga empati mesti dimunculkan dengan berbuat baik untuk orang lain,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung Prof Mohammad Mukri di Peluang Emas Hari Raya Idul Kurban, Jumat (31/7).

READ  IPNU Juga Wajib Bersuara Lantang Terkait RUU Cipta Kerja - Aspiratif News


Kebaikan yang kita lakukan pada orang lain sesungguhnya menurut Rektor UIN Raden Intan Lampung ini, bukan cuma didapatkan dan dinikmati orang lain. Namun sesungguhnya semua itu akan kembali dan untuk diri kita sendiri.


In ahsantum ahsantum lianfusikum wa in asa’tum falahaa. Jikalau kamu berbuat baik artinya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jikalau kamu berbuat jahat, maka kebangkrutan kejahatan itu untuk dirimu sendiri,” jelasnya mengutip QS Al-Isra: 7.


Manusia menurut Prof Mukri sungguh mempunyai 2 kecenderungan ialah kecenderungan berbuat dosa dan kecenderungan berbuat baik. Tidak ada manusia yang cuma mempunyai 1 kecenderungan semisal cenderung berbuat dosa terus. Jikalau ada, dapat jadi ia masuk dalam golongan syetan. Namun juga, tidak ada manusia yang selalu ingin berbuat baik dan tidak mempunyai dosa. Jikalau ada maka dapat jadi ia malaikat.


Sehingga menurutnya, kita mesti dapat menekan kecenderungan berbuat dosa dan melatih diri untuk terus berbuat kebaikan. Di antara melatih diri untuk berbuat kebaikan ialah dengan berbuat baik untuk orang lain dengan berbagi. 

READ  ​​​​​​​Alat Kesehatan Karya Anak Bangsa untuk Tangani Covid-19 - Aspiratif News


“Orang yang berinfak sesungguhnya akan kembali untuknya. Namun mesti dengan niat ikhlas karena Allah bukan karena niatan lainnya,” tambahnya.


Dengan berinfak, kita akan dapat membantu melepaskan kerepotan orang lain. Sesiapa saja yang melepaskan kerepotan orang lain maka Allah SWT pun akan melepaskan kesulitannya di dunia dan akhirat. 


“Dalam saban kerepotan pasti ada kemudahan,” pungkasnya waktu menyampaikan Khutbah Idul Kurban 1441 H di Masjid Polda Lampung, Bandar Lampung. 


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Syamsul Arifin 

Pesan Kemanusiaan Ketua NU Lampung di Hari Kurban 1441 H – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *