Pesantren Al-Mizan Majalengka Buka Kembali Aktivitas Santri – Aspiratif News

Views: 11
Read Time:2 Minute, 26 Second

Pesantren Al-Mizan Majalengka Buka Kembali Aktivitas Santri – Aspiratif News

Majalengka, Aspiratif News

Pengasuh Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat KH Zainal Muhyidin menerangkan, saatnya aktivitas pesantren diawali kembali sesudah libur yang dikarenakan oleh pandemi Covid-19 dengan memanggil santri-santrinya untuk kembali ke pondok.

 

“Para santri sudah saatnya untuk kembali ke pesantren untuk meneruskan pembelajaran dan kajian ataupun aktifitas belajar mengajar di pesantren yang kita cintai ini, yaitu Pesantren Al-Mizan,” katanya untuk Aspiratif News, Ahad (28/6).

 

Dikatakan, sebagian pesantren sudah mulai mengembalikan santri-santrinya. Hal ini ditunaikan atas keputusan taktik yang diambil dan sudah melalui musyawarah yang matang melalui dewan pengasuh. 

 

“Keputusan taktik ini sebagai wujud atas kesiapan pesantren dalam menyambut new normal atau tatanan kenormalan baru,” ungkapnya.  

 

Dijelaskan, Pesantren Al-Mizan sudah menyusun bermacam skema pengembalian para santrinya serta mempersiapkan panduan protokol kesehatan sesudah santri kembali ke pesantren dan memulai aktivitas sebagaimana pada umumnya. 

READ  Ansor Banser Brebes Ulet Sosialisasi Bahaya Pandemi Covid-19 - Aspiratif News

 

“Sudah berlangsung seminggu aktifitas pondok pesantren beraktivitas. Santri Al-Mizan mulai berdatangan baik yang baru maupun yang lama. Kehadiran santri telah diatur sedemikian rupa sesuai daerah masing-masing,” ucapnya. 

 

Seperti yang telah berjalan lanjutnya, kehadiran santri diawali dari domisili di Majalengka dan sekitarnya, dilanjutkan asal Sumedang dan seterusnya sesuai yang telah diumumkan.

 

kiai Zaenal menyampaikan, jadwal yang terakhir untuk kembali ke pesantren ialah santri asal luar Jawa. Pesantren wajib melakukan langkah-langkah antisipasi dalam berhadapan dengan Covid-19 agar proses pembelajaran dapat cepat dibuka kembali. 

 

“Pesantren tidak mungkin meliburkan para santrinya sampai waktu yang tidak diketahui,” tandasnya.

 

Pengurus Pesantren Al-Mizan lakukan tes suhu mempergunakan thermogun untuk santri yang baru Datang ke pondok

 

Dijelaskan, ada beberapa protokol dan syarat diperbolehkannya santri kembali. Di antaranya membawa surat Penjelasan sehat, melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sebelum keberangkatan, mempersiapkan stok masker, dan hand sanitizer. 

 

“Sebelum kehadiran santri, Satgas Covid-19 pesantren juga telah melakukan bermacam persiapan, seperti mempersiapkan alat pengecek suhu (thermogun), cairan disinfektan, hand sanitizer, dan pos-pos kehadiran. Hal ini ditunaikan agar santri sungguh-sungguh steril dari virus corona dan pesantren terjaga dari penyebaran virus membahayakan itu,” jelasnya.

READ  Kepala BPIP Menyebut Puasa Dapat Membangun Peradaban - Aspiratif News

 

Ketua Satgas Covid-19 pesantren, Muhammad Fadli menejelaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan kecamatan dan Puskesmas setempat bahwa dalam beberapa hari ini akan ada gelombang kehadiran santri. 

 

“setelah kehadiran santri, pondok memberlakukan lockdown lokal membatasi aktivitas santri di luar pondok pesantren selama 14 hari,” jelasnya.  

 

Fadli menerangkan, selama 2 hari pada fase kehadiran santri berjalan dengan baik. Tidak ada hambatan yang artinya, cuma saja beberapa santri mengonfirmasi tidak dapat Datang pas waktu sesuai yang ditetapkan pesantren. 

 

“Data teranyar, hari Ahad (28/6) kisaran pukul 15.00 WIB santri yang Datang selama 2 hari ini mencapai 100 santri,” ungkapnya. 

 

Bagian santri asal Kabupaten Cirebon, Dea Putri (18) mengungkapkan kegembiraannya dapat berjumpa lagi dengan teman-temannya walaupun wajib dalam keadaan pandemi ini.

 

“Pastinya suka, dapat ketemu teman-teman meski wajib tetap jaga jarak,” katanya.

 

Kontributor: Tata Irawan

Editor: Abdul Muiz

Pesantren Al-Mizan Majalengka Buka Kembali Aktivitas Santri – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *