Pesantren Mambaul Khairat Ketapang Kalbar Kenalkan Protokol Kesehatan – Aspiratif News

Views: 16
Read Time:2 Minute, 15 Second

Pesantren Mambaul Khairat Ketapang Kalbar Kenalkan Protokol Kesehatan – Aspiratif News

Ketapang, Aspiratif News

Sejumlah pesantren terus bergerak dalam menyambut tahun pelajaran baru. Baik santri baru maupun mereka yang liburan Syawal dan imbas virus Corona.

 

Dan masuk tahun ajaran baru 2020/2021, Pondok Pesantren Mambaul Khairat Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar acara sosialisasi protokol kesehatan. Aktifitas untuk mengenalkan untuk santri akan masuk tatanan hidup baru atau new normal yang produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

 

Aktifitas sosialisasi ini dihadiri pengurus Yayasan Al-Khairat, orang tua atau wali dan seluruh santri putra dan putri. Hadir sebagai narasumber H Farhan, selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ketapang, Kamis (18/6). 

 

“Selama ini saya terus berjuang dan menyokong kemajuan pondok pesantren di Kabupaten Ketapang, khususnya di Kecamatan Benua Kayong. Bahkan berharap Benua Kayong ini dapat jadi kota santri,” katanya.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang ini menerangkan bahwa Benua Kayong termasuk wilayah yang mempunyai banyak pondok pesantren. Ada yang dalam 1 kelurahan berdiri sampai 4 pesantren, seperti di Kelurahan Kauman. 

READ  Sejarah Baru, Seskoal Terima Lawatan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla

 

“Ke depan melalui Pemerintah Daerah Ketapang, saya berharap untuk dapat terus membantu mengembangkan pondok pesantren di Ketapang ini, khususnya pada mutu Sarana dan bangunan fisik,” katanya.

 

Kecuali itu, berhubungan penanganan problem Covid-19, dirinya meminta untuk orang tua atau wali santri dan khususnya para santri, agar dapat menerapkan standar atau ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini yang disebut dengan berhadapan dengan tatanan kehidupan baru atau new normal.

 

“Saya meminta agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan tetap mempergunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak di waktu melaksanakan aktifitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Mambaul Khairat ini,” pesannya.

 

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Khairat, KH Abdullah Al-Faqir berterima kasih untuk pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian dan sokongan  untuk lembaga pendidikan, khususnya pondok yang dipimpinnya.

 

“Bahwa penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah tahun anggaran 2020 ialah sebagai bukti tekad bulat Pemda Ketapang untuk terus memperhatikan keberadaan lembaga pendidikan Islam,” kata kiai Al-Faqir.

READ  Shalat Witir Lagi sesudah Shalat Sunnah Lain? - Aspiratif News

 

Berhubungan dengan penanganan Covid-19, menurutnya, pondok pesantren tatap melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal tersebut sebagai sokongan agar virus Corona tidak tersebar di pesantren. Bahkan dapat jadi tempat yang steril dan percontohan bagi wilayah lain.

 

“Pesantren sebagai mitra pemerintah ikut andil dalam rangka pencerdaskan anak bangsa dengan sehat rihani dan jasmani,” tegas Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Ketapang tersebut. 

 

Kecuali sosialisasi protokol kesehatan, aktifitas ini juga diirangkai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun Anggaran 2020 antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dengan Pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Khairat. Dari acara tersebut, pesantren menerima sokongan pembangunan asrama santri putra sebesar Rp500 juta.

 

Kontributor: Syafi’ie/Maulida

Editor: Ibnu Nawawi

 

Pesantren Mambaul Khairat Ketapang Kalbar Kenalkan Protokol Kesehatan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *