Pesilat NU di Blitar Diingatkan Jaga Aswaja dan Pancasila – Aspiratif News

Pesilat NU di Blitar Diingatkan Jaga Aswaja dan Pancasila
Views: 825
Read Time:2 Minute, 56 Second

Pesilat NU di Blitar Diingatkan Jaga Aswaja dan Pancasila – Aspiratif News

Blitar, Aspiratif News

Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah ialah bagian azas  Porsigal (Pendidikan Olahraga Silat Garuda Loncat) di samping Pancasila. Dengan, seperti ini, anggota Porsigal di manapun Ada dituntut untuk mengembangkan dan mempertahankan azas itu.  

 

Penegasan disampaikan Kepala Corps Provost Banser Nasional, H Imam Kusnin Ahmad di depan ratusan anggota Porsigal. Hal tersebut dikemukakan waktu latihan bareng para pesilat se-Blitar Selatan, Rabu (29/7).                              

 

“Dengan seperti ini warga Porsigal di manapun Ada wajib melaksanakan 2 azas itu dalam beragama, berbangsa dan bernegara,” kata H Kusnin yang juga sebagai Pembina Porsigal Pusat.

 

Porsigal didirikan para ulama dan kyai serta figur publik terdahulu untuk membentengi Pancasila dan Aswaja sekaligus membentengi Indonesia dari pihak yang akan menghancur-leburkan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. 

 

“Kita anggota Porsigal sebagai santri para ulama dan kyai, wajib sadar bahwa Pancasila dan Aswaja waktu ini tengah dihantam oleh lawan dengan bermacam cara,” katanya. 

READ  Menko Polhukam: Butuh Bansos Tanpa KTP Jelas, Cepat Diberi - Aspiratif News

 

Untuk berhadapan dengan itu, seluruh anggota Porsigal wajib waspada dan jangan mudah terpancing dengan berita bohong dan palsu. Juga wajib selalu membantu aparat keamanan untuk menciptakan stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

 

Ndan Kusnin, panggilan akrabnya Mengingatkan bahwa anggota Porsigal wajib menaikkan sumber daya manusia dalam olah kanuragan atau bela diri agar dapat berprestasi maksimum di kancah dunia persilatan. Dikemukakan bahwa bagian target didirikannya Porsigal di samping untuk mempertahankan budaya bangsa, juga sebagai Sarana pendidikan generasi muda yang unggul dan berprestasi. 

 

“Untuk itu wajib latihan dengan sungguh-sungguh agar dapat berprestasi,” harapnya. ​​​​​​​Porsigal telah mengajarkan untuk kita bareng, lanjut Kang Kusnin Apa itu? Ialah mengajarkan soal akhlakul karimah untuk sesama dalam mengarungi kancah kehidupan. 

 

“Akhlak yang baik bagi anggota Porsigal ialah wajib karena kita semua meneladani akhlak para kyai dan ulama sebagai pewaris para nabi,” kata eks Kasatkorwil Banser Jatim ini.                                                  

READ  4 Hukum Orang Berwudhu

Porsigal ialah organisasi pencak silat yang didirikan para kyai dan ulama pada 2 Maret 1978. Silat ini Ialah kelanjutan dari pencak silat Sentono yang didirikan oleh Mbah Kasan Wintono. 

Para pendiri Porsigal yaitu KH Abdul Mustaqim yang juga Pengasuh Pesantren Peta Tulungagung. Juga ada H Atimiyanto, salah seorang pendiri Banser, KH Cholil Thohir dari Kerjen Blitar. Pernah duduk sebagai pengurus ialah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Haiman Gunardo dari Parakan, KH Satibi dan lainnya. 

 

Disampaikan Imam Kusnin, Porsihgal ialah silat milik Famili Nahdliyin. Maka begitu NU mendirikan pencak silat NU Pagar Nusa, Porsigal langsung mendukungnya bareng Gasmi, NH Perkasa, Al-Hikmah dan puluhan perguruan lain di kalangan pencak silat Nahdliyin.

 

Laki-laki yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Blitar ini Menyenggol bahwa waktu ini tengah ada musibah Covid-19. 

 

“Untuk itu, saya meminta untuk seluruh anggota untuk mentaati semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut sebagai ikhtiar agar semua tetap sehat dan tidak terinfeksi virus yang mematikan ini,” ungkapnya. 

READ  Tekan Angka Stunting, Kementerian Kesehatan Gandeng Perguruan Tinggi

 

Diingatkan para anggota wajib ikut protokol kesehatan dari pemerintah. Kecuali itu bagi yang sanggup membantu saudara yang kesusahan akibat dampak Corona, hendaknya ringan tangan dengan tampil sebagai relawan, semisal.

 

“Jadilah relawan yang berguna bagi masarakat bareng dengan komponen warga yang lain,” pintanya. 

 

Awak media senior ini menyampaikan sampai kapan Corana berakhir, belum ada yang dapat memastikan. Untuk itu dirinya juga minta semua berdoa untuk Allah agar selalu terlindung dari mara bahaya.

 

“Termasuk Covid-19 ini,” pungkasnya.          

 

Aktifitas yang berlangsung di Desa Tambaksari Tambakrejo Panggungrejo Kabupaten Blitar itu diikuti kisaran 500 anggota. Mereka menerapkan protokol kesehatan. 

 

Pewarta: Ibnu Nawawi

Editor: Aryudi AR

 

Pesilat NU di Blitar Diingatkan Jaga Aswaja dan Pancasila – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *