Screenshot_20210430-160057.jpg

PKB akan Koalisi dengan PKS, Ketua PWNU Jatim Beri Sindiran Keras

Diposting pada
Screenshot 20210430 160057 PKB Gandeng PKS, Ketua PWNU Jatim Beri Sindiran Kuat

Kyai Haji Marzuqi Mustamar, M.Ag, berbicara lantang kepada jemaah nahdliyin tentang rencana PKB untuk berkoalisi dengan PKS.

“Keanggotaan PKS sudah dibatalkan,” kata pemuka agama dari Perguruan Tinggi Islam Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur itu.

Menurut Kepala Direktorat Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Tanfidziyah Jawa Timur (PWNU) periode 2018-2023, “Nasib NU ke depan, jika diserahkan kepada orang atau pihak yang dibenci NU, sungguh bodoh.”

“Kalau ada tokoh dan pengurus PBB, anggota PBB yang benar-benar mempercayakan kepemimpinan negara ini kepada kelompok musuh PBB, halo, apa sih, pilar-pilar bodoh ini.” Dia menambahkan.

“Kita tidak bisa dengan cara apapun menyerahkan PBB kepada pembenci PBB dengan bernegosiasi ..! Kesepakatan.”

Tanggapan keras KH Marzuqi Mustamar terhadap rencana koalisi PKB-PKS bukan tanpa alasan.

Ingat ada kelompok yang mengatakan Pancasila itu kafir, menghormati merah putih politeisme, Kapolsek Thogut, Gus Dur Yahudi, presiden Thogut, Syirik demokrasi, Indonesia adalah negara kafir, dan ketika kelompok tersebut berkolaborasi dengan kelompok lain yang mau ambil kepemimpinan bangsa, kamu bodoh, kamu menugaskan bangsa ini ke kelompok anti-negara yang mencari dirinya sendiri, ”kata Kyai Marzuqi.

Baca Juga :  Risma Rajin Blusukan di Jakarta Usai Dilantik, Kemensos Ungkap Alasannya

Seperti diketahui, pada Rabu 28 April 2021 PKS mendatangi kantor PKB, tujuannya adalah safari politik.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan, kemungkinan partainya berkoalisi dengan PKB sangat dimungkinkan jika menemukan hal tertentu.

“Ini pembukaan pendahuluan. Kalau ada poin tertentu, kesamaan itu mutlak mungkin,” kata Aboe kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta (28/4/2021).

Sementara itu, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menyambut baik kunjungan PKS tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menambah pandangannya tentang berbagai persoalan nasional.

Menurut Hasanuddin, PKB dan PKS selama ini menitikberatkan pada isu periklanan, terutama dalam memperkuat persatuan masyarakat.

PKS adalah pihak yang meragukan cinta Indonesia, karena PKS lahir dari rahim saudara muslim.

Berbeda dengan Hizbut Tahrir (HTI) yang jelas-jelas ingin menjadikan Indonesia negara khilafah. Ikhwanul Muslimin tidak menjual istilah kekhalifahan dengan cara yang vulgar. Namun, semua aktivis Ikhwanul Muslimin adalah khilafah.

Baik HTI maupun PKS menganggap NKRI tidak definitif. NKRI belum Islami, NKRI akan segera menjadi khilafah. HTI ingin prosesnya revolusioner sedangkan PKS lambat.

Baca Juga :  Hamas Umumkan Pemimpinnya Positif Covid-19

NKRI bukanlah negara agama, NKRI didasarkan pada Pancasila, negara nasional yang religius, atau negara nasional yang religius.

Sumber: https://www.sintesanews.com/pkb-koalisi-dengan-pks-kyai-marzuqi-goblok-sak-pol-pole/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *