Poin Penting Protokol Kesehatan bagi Pesantren dari Kemenag – Aspiratif News

Views: 13
Read Time:5 Minute, 20 Second

Poin Penting Protokol Kesehatan bagi Pesantren dari Kemenag – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Tahun ajaran baru lembaga pendidikan akan cepat diawali. setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempublish panduan Soal hal penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi Covid-19 bagi sekolah dan perguruan tinggi, Kementerian Agama juga mempublish panduan pembelajaran bagi pesantren dan pendidikan keagamaan. 


Panduan ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Jend. (Purn) Fachrul Razi dalam Kesempatan telekonferensi di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (18/6) Minggu lalu. 


Panduan ini mengatur Pelaksanaan pendidikan meliputi 3 bentuk satuan pendidikan. Ke-1, pendidikan keagamaan tidak berasrama meliputi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ); SD Teologi Kristen (SDTK), SMP Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK).


Lalu, Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) dan Perguruan Tinggi Katolik (PTK); Pendidikan Keagamaan Hindu; Lembaga Sekolah Minggu Buddha, Lembaga Dhammaseka, Lembaga Pabajja Samanera; serta Sekolah Tinggi Agama Khonghucu dan Sekolah Minggu Konghucu di Klenteng.


Ke-2, pesantren yang meliputi Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Mu’ialah, Ma’had Aly, Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah, Madrasah/Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Kajian Kitab Kuning (nonformal).


Ketiga, pendidikan keagamaan berasrama. Untuk Agama Islam dalam bentuk MDT dan LPQ. Untuk Kristen seperti SDTK, SMPTK, SMTK, dan PTKK yang memberlakukan sistem asrama. Untuk Katolik seperti SMAK dan PTK Katolik yang berasrama. Untuk Buddha seperti Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) secara berasrama.


Dalam panduan tersebut, Ada 4 ketentuan Utama yang berlaku dalam pembelajaran di masa pandemi, yaitu 1) Membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19; 2) Mempunyai Fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan; 3) Aman dari Covid-19, dibuktikan dengan surat Penjelasan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 atau pemerintah daerah setempat; dan 4) Pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat, dibuktikan dengan surat Penjelasan sehat dari Fasilitas servis kesehatan setempat.

READ  Bukan Cuma di Kota, Eks HTI Ungkap Kiai Kampung Juga Jadi Mangsa Kelompok Radikal


Bagi pesantren dan pendidikan agama yang sudah menyelenggarakan tatap muka lebih awal, pemerintah meminta agar pengasuh atau pimpinan pesantren dan pendidikan keagamaan melakukan koordinasi dengan pihak bersangkutan. Sementara bagi yang akan cepat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, pimpinan pesantren dan pendidikan keagamaan berkoordinasi dengan pihak bersangkutan untuk memastikan bahwa asrama dan lingkungannya aman dari Covid-19 dan memenuhi serta semua elemen menaati standar protokol kesehatan.


Protokol kesehatan tersebut di antaranya: mempergunakan masker, jaga jarak selama di kendaraan, cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir setibanya di asrama, tidak berkerumun, dan menunggu di tempat yang telah ditetapkan, dan/atau tidak masuk asrama sebelum diperiksa kesehatan dan diperintahkan masuk.


Peserta didik juga mesti membawa perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan dari rumah agar tidak dipergunakan secara bersama-sama. Bagi yang terkonfirmasi Covid-19, agar cepat ditunaikan langkah sesuai dengan petunjuk petugas Kesehatan.


Kemudian, untuk pesantren dan pendidikan keagamaan yang belum akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di pesantren dan pendidikan keagamaan, Kemenag sudah mengatur 4 ketentuan. Ke-1, pimpinan pesantren dan pendidikan keagamaan mengupayakan seoptimal mungkin untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.


Ke-2, memberi petunjuk untuk peserta didik yang ada di rumah untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya dengan mentaati semua protokol kesehatan yang ditetapkan; dan mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan waktu pembelajaran tatap muka akan diawali.

READ  Pasien Sembuh Covid-19 Naik Jadi 3.803, Perkara Positif Bertambah 490 Orang - Aspiratif News


Ketiga, berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah dan dinas kesehatan setempat untuk memastikan bahwa keadaan asrama memenuhi standar protokol kesehatan. Bila tidak memenuhi, cepat ditunaikan usaha pemenuhan standar protokol kesehatan sesuai petunjuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah dan dinas kesehatan setempat, serta tetap melaksanakan belajar di rumah.


Ke-4, jikalau pimpinan pesantren dan pendidikan keagamaan akan memulai Pelaksanaan pembelajaran tatap muka, maka mesti memenuhi ketentuan yang terkait penerapan protokol kesehatan.

Protokol Kesehatan

Berikut ini protokol kesehatan bagi pesantren dan pendidikan keagamaan pada masa pandemi Covid-19:

1.    Ketentuan protokol kesehatan yang berlaku pada pendidikan keagamaan yang tidak berasrama berlaku juga untuk pesantren dan pendidikan keagamaan yang berasrama.

2.    Membersihkan ruangan dan lingkungan secara berkala dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, PC dan papan tik, meja, lantai dan karpet masjid/rumah ibadah, lantai kamar/asrama, ruang belajar, dan Fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan.

3.    Menyediakan Sarana CTPS (cuci tangan pakai sabun) dengan air mengalir di toilet, saban kelas, ruang pengajar, pintu gerbang, saban kamar/asrama, ruang makan dan tempat lain yang sering di akses. Bila tidak Ada air, dapat mempergunakan pembersih tangan (hand sanitizer).

4.    Memasang pesan kesehatan cara CTPS yang benar, cara mencegah penularan Covid-19, etika batuk/bersin, dan cara mempergunakan masker di tempat strategis seperti di pintu masuk kelas, pintu gerbang, ruang pengelola, dapur, kantin, papan informasi masjid/rumah ibadah, Sarana olahraga, tangga, dan tempat lain yang mudah di akses.

5.    Membudayakan pemanfaatan masker, jaga jarak, CTPS, dan menerapkan etika batuk/bersin yang benar.

6.    Bagi yang tidak sehat atau mempunyai riwayat berkunjung ke negara atau daerah terjangkit dalam 14 (4 belas) hari terakhir untuk cepat mengabarkan diri untuk pengelola pesantren dan pendidikan keagamaan.

READ  Felix Bersabda: Jangan-jangan yang Kau Nggak Suka itu Bahkan Islam?

7.    Meminta agar mempergunakan kitab suci dan buku/bahan ajar pribadi, serta mempergunakan peralatan ibadah pribadi yang dicuci secara rutin.

8.    Menghindari pemanfaatan peralatan mandi dan handuk secara bergantian bagi lembaga pesantren dan pendidikan keagamaan yang berasrama.

9.    Melakukan aktivitas fisik, seperti senam saban pagi, olahraga, dan kerja bakti secara berkala dengan tetap menjaga jarak, dan menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat, aman, dan bergizi seimbang.

10.    Melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan masarakat satuan pendidikan paling sedikit 1 (1) kali dalam 1 (1) minggu dan mengamati kondisi umum secara berkala.

11.    Apabila suhu ≥37,3°C, maka tidak diizinkan untuk masuk ruang kelas dan/atau ruang asrama, dan cepat menghubungi petugas kesehatan pada Fasilitas servis kesehatan setempat dengan catatan Ada 2 hal. Ke-1, apabila disertai dengan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas disarankan untuk cepat menghubungi petugas kesehatan pada Fasilitas servis kesehatan setempat. Ke-2, apabila ditemukan peningkatan hitungan total dengan kondisi sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b cepat mengabarkan ke Fasilitas servis kesehatan atau dinas kesehatan setempat.

12.    Menyediakan ruang isolasi yang Ada terpisah dengan aktifitas pembelajaran atau aktifitas lainnya.

13.    Menyediakan Sarana dan prasarana untuk CTPS termasuk sabun dan pengering tangan (tisu) di bermacam tempat strategis.

14.    Menyediakan makanan gizi seimbang yang dimasak sampai matang dan disajikan oleh penjamah makanan (juru masak dan penyaji) dengan mempergunakan sarung tangan dan masker.

 

Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Musthofa Asrori

Poin Penting Protokol Kesehatan bagi Pesantren dari kementrian agama – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *