051815800_1608552251-20201221-Kondisi-Mobil-yang-Dikendarai-6-Anggota-Laskar-FPI-5.webp_.jpeg

Polisi Gelar Perkara Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Rabu 10 Maret 2021

Diposting pada

Polisi telah menjadwalkan judul dugaan pembunuhan ilegal yang melibatkan tiga anggota Polda Metro Jaya dalam kasus kematian enam Front Pembela Islam (FPI) di pintu tol KM 50 Jakarta-Cikampek.

“Rencananya Rabu 10 Maret,” kata Kepala Humas Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono, Selasa (9/3/2021).

Polri menindaklanjuti rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dugaan penembakan di luar hukum terhadap tentara FPI di KM 50 tol Jakarta-Cikampek. Petugas juga membuat laporan polisi dengan tiga anggota seperti yang dilaporkan.

“Atas dugaan eksekusi di luar hukum, penyidik ​​telah memenjarakan mereka dan penyidikan sedang dilakukan untuk mencari bukti permulaan,” kata Brigjen Dirtipidum Bareskrim Polri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Menurut Andi, terlapor adalah anggota yang menyerahkan empat anggota FPI.

“3 orang (anggota),” kata Andi.

Bertemu Jokowi, Amien Rais Cs meminta agar kasus FPI Laskar dibawa ke Pengadilan HAM

Tim investigasi Komnas HAM didampingi penyidik ​​dari Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap mobil yang digunakan polisi dan enam pasukan Front Pembela Islam (FPI) dalam insiden tol Jakarta-Cikampek KM 50 di Polda Metro Jaya. Jakarta, Senin. (21/12/2020).

Baca Juga :  Kesal Karena Israel Tak Merahasiakan, Riyadh Batalkan Kunjungan Direktur Mossad ke Saudi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima tujuh anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam pasukan Front Pembela Islam (FPI) di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Rapat tersebut diwakili oleh Amien Rais, Abdullah Hehamahua dan Marwan Batubara.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan ketujuh anggota TP3 tersebut telah meminta penegakan hukum terkait tewasnya enam anggota FPI. Mereka juga meminta agar kasusnya dibawa ke Pengadilan HAM.

“Ketujuh orang yang diwakili oleh Pak Amien Rais dan Pak Marwan Batubara itu menyatakan keyakinannya bahwa 6 anggota FPI tewas dan menuntut agar mereka dibawa ke pengadilan HAM karena melakukan pelanggaran HAM berat. Manusia,” kata Mahfud dalam siaran persnya. . Konferensi sekretariat presiden di Youtube pada hari Selasa.

Jokowi, kata Mahfud, mengatakan meminta Komnas HAM bekerja secara independen dalam penyidikan kasus tersebut. Komnas HAM juga menyampaikan temuannya bahwa yang terjadi di tol KM 50 Cikampek merupakan pelanggaran HAM yang wajar.

Mahfud menegaskan, pemerintah terbuka menerima masukan terkait kasus tersebut. Namun, dia meminta anggota TP3 membawa bukti yang menegaskan bahwa pembunuhan enam anggota FPI merupakan pelanggaran HAM berat.

Baca Juga :  Hore! Program Listrik Gratis Diperpanjang Sampai Maret 2021

“Saya bilang pemerintah terbuka kalau ada bukti, mana yang bukti pelanggaran HAM beratnya? Katakan sekarang atau jangan berikan kepada Presiden. Buktinya, bukan putusan,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika hanya berdasarkan pada keyakinan, maka setiap orang memiliki keyakinannya masing-masing.

“Karena kalau kita percaya, kita juga punya keyakinan bahwa kecelakaan itu pikiran A, B, C,” kata Mahfud.[liputan6.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *