kapolresta-solo-kombes-ade-safri-simanjuntak-lapangan-manahan-solo-selasa-1882020_11.jpeg

Polisi Jelaskan Alasan Ciduk Pengunggah Komentar Singgung Jabatan Gibran

Diposting pada

Kapolsek Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak menjelaskan alasan polisi memanggil pria yang berkomentar miring tentang posisi Wali Kota Solo yang diusung oleh Gibran Rakabuming Raka. Ia mencontohkan, polisi hanya ingin memberikan edukasi tentang cara bijak menggunakan media sosial.

Saat ditemui di Balaikota Solo, Ade Safri menjelaskan, polisi siber mengusulkan pendekatan persuasif. Ini dilakukan untuk menciptakan media sosial yang beretika.

“Tim polisi virtual hadir untuk mengedukasi masyarakat dan mengawasi pengguna media sosial agar tercipta ruang digital yang sehat, bersih, beretika, produktif dan bertanggung jawab,” kata Ade Safri, Selasa (16/2). / 3/2021).

Dia mencontohkan, pria berinisial AM yang menyinggung posisi Gibran Rakabuming itu baru saja diperiksa. AM tidak ditangkap dan hanya dimintai klarifikasi.

“Kalau yang bersangkutan menghapus postingannya, maka pernyataan maaf sudah selesai. Tim datang dengan memprioritaskan pendidikan dan manajemen yang mengutamakan restorative justice,” ucapnya.

Namun, Ade menegaskan tidak main-main dengan konten media sosial yang memecah belah. Polisi akan memberikan sanksi berat kepada pelakunya.

Baca Juga :  PKS : Partai Terbuka dan Tertutup

“Pendidikan kita utamakan, kecuali potensi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa NKRI, separatisme, SARA, pasti akan kita penegakan hukum,” kata Ade Safri.

Seperti diberitakan, pria berinisial AM, warga Slawi, Tegal, dipanggil polisi Solo usai mengomentari ofensif Wali Kota Solo Rakabuming Raka di media sosial. Komentar AM menyentuh posisi Gibran.

AM mengomentari postingan akun @garudaevolution di Gibran yang meminta semifinal dan final Piala Menpora digelar di Solo. Sabtu (13/3/2021) AM melalui akun Instagram @ arkham_87 berkomentar: “Apa yang dia ketahui tentang sepak bola, tapi hanya setelah dia diberi posisi”.

Apa yang ditularkan remaja yang belajar di Yogyakarta ini dinilai mengandung hoax. Ia pun mendatangi Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan komentarnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *