ahmad-ramadhan_169.jpeg

Polri Ungkap Identitas-Peran 2 Polisi Tersangka Penembak Laskar FPI

Diposting pada
ahmad ramadhan 169 Polisi mengungkap peran 2 tersangka penembak Polsek FPI Laskar

Mabes Polri mengungkap identitas dan peran dua polisi yang melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap empat anggota pasukan Front Pembela Islam (FPI). Dua polisi berinisial F dan Y.

Kepala Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menjelaskan peran kedua penembak TNI Angkatan Darat tersebut. Menurutnya, F adalah sosok yang menembak anggota FPI di dalam mobil dan Y adalah supir yang mengemudikan mobil tersebut.

“Dia di dalam mobil. Kamu tahu siapa yang menembak. Salah satunya tunduk pada (Object) 338. Itu … Pada dasarnya, salah satunya adalah (Object) 338. Yang F (yang menembak). Y (item) 56. Itu kan pilot, ”kata Ramadhan saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Ramadhan menegaskan, F dan Y tidak ditangkap meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini keduanya masih aktif menjadi anggota Polda Metro Jaya.

“Kedua tersangka atas nama F dan Y tidak ditangkap. Jadi mereka tidak ditangkap. Yang bersangkutan masih di subway Polda,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri.

Ramadan menjelaskan mengapa kedua polisi itu tidak ditangkap karena bekerja sama dalam penyidikan. Menurutnya, baik F maupun Y tidak akan menghilangkan alat bukti tersebut.

Baca Juga :  Alhamdulillah! Kata Presiden Jokowi Vaksin Covid-19 Gratis untuk Semua

“Alasan yang dimaksud adalah kooperatif. Yang bersangkutan tidak khawatir kabur dan tidak khawatir kehilangan barang bukti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan bahwa F dan Y tidak cacat. Meski begitu, tak satu pun dari mereka sedang bertugas.

“Belum dalam pelayanan. Tapi yang bersangkutan masih aktif, selalu di Polda Metro Jaya. Oleh karena itu komitmennya tetap sebagai staf Polda Metro Jaya. Artinya, alih-alih berada di rumah, ia tetap hadir di Polda Metro Jaya. . Bukan (cacat), “kata Ramadhan.

Bareskrim Polri juga menyerahkan kepada Kejaksaan Agung berkas terkait pembunuhan di luar hukum terhadap empat laskar FPI dalam kasus Km 50. Dalam kasus ini, terdapat dua tersangka yang tergabung dalam Polda Metro Jaya, yakni F dan Y.

Kami mengumumkan kemarin, Senin 26 April 2021, pukul 13.00 WIB, bahwa Bareskrim Polri telah menyelesaikan tahapan penyidikan yaitu penyerahan berkas KM 50, tewasnya 4 prajurit FPI. diduga dilakukan oleh kakak beradik F dan Y, ”kata konferensi pers Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (27/4).

Baca Juga :  Lagi, Pejabat Ditangkap KPK, Sampai Kapan?

Ramadhan menyebutkan, F dan Y disangka Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Untuk anggota polisi lainnya bernama Elwira Pryadi Zendrato, Ramadhan mengatakan penyidikan terhadap Elwira telah dihentikan karena telah meninggal dunia sejak Januari 2021.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *