mentan-syahrul-yasin-limpo_16928129.jpeg

Potensi Ekspor Tinggi, Mentan Sebut Porang Jadi Komoditas Mahkota RI

Diposting pada

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan porang merupakan komoditas mahkota asal Indonesia. Pasalnya, komoditas ini sudah diekspor ke 13 negara dan memiliki potensi besar di masa mendatang.

Hal tersebut terungkap saat membuka wawancara mengenai komoditas Porang yang berpotensi besar untuk pengembangan ekspor pertanian dalam negeri. Acara ini bertempat di Auditorium Puslitbangtan, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pembahasan tentang Porang ini sangat penting bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan kehidupan pertanian yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3). / 2021).

Syahrul mengatakan komoditas porang saat ini semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor bahan baku kosmetik berbahan dasar lipstik dan kebutuhan nutrisi stamina yang baik.

“Jadi tidak heran jika saya katakan komoditas porang adalah komoditas mahkota. Bayangkan, dalam 15 tahun pertama ekspor kita melebihi 15,4 persen,” ujarnya.

“Ekspor porang tinggi dan ada 13 negara yang sudah memesan kita. Diantaranya China, Vietnam, Filipina dan sebagainya. Jadi bicara porang berarti bicara masa depan,” imbuhnya.

Baca Juga :  [Video]: Kejam, Detik-Detik Pasukan Israel Tangkap Lima Anak Palestina

Ia mengungkapkan, untuk menambah merchandise porang, pihaknya saat ini telah menyiapkan 5 cara akting atau yang lebih dikenal dengan 5 CB.

CB 1 mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan produksi, CB 2 terkait dengan pangan lokal, CB 3 untuk penguatan cadangan pangan dan sistem logistik, CB 4 mengembangkan pertanian modern, dan CB 5 tiga kali lipat gerakan ‘Ekapor (Geratieks). ).

Menurutnya, semua OC tersebut kini telah diimplementasikan dengan sistem kerja yang luar biasa penuh percaya diri dan optimisme untuk menjadikan pertanian Indonesia semakin terpandang.

“Pertanian sudah di depan mata karena kita memiliki 270 juta orang yang semuanya paham pertanian. Makanya pengelolaan perlu disiapkan. Karena yang tidak bisa hilang adalah pangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Fadjri Djufri menambahkan, saat ini pemerintah telah menyiapkan teknologi modern untuk memenuhi kepentingan produksi bahan baku porang dari hulu hingga hilir.

“Sampai sekarang pun Porang Madiun 1 sudah berhasil dilepas, begitu juga dengan identifikasi dan observasi atasan lainnya. Alhamdulillah kita juga sudah menemukan formula yang lebih canggih untuk percepatan benih porang. Target kita tahun ini bisa punya 10 juta bibit. Tentu saja. kami berkolaborasi dengan mereka: pemerintah daerah, swasta, dan aktivis lainnya, “katanya.

Baca Juga :  Kemensos Kirim Bantuan Rp 1,7 Miliar untuk Korban Gempa di Sulawesi Barat

Ke depan, Fadjri mengaku sedang menyiapkan sistem pengolahan pasca produksi seperti sistem manajemen porang untuk dijadikan tepung dan keripik.

“Kalau diolah, nilai jualnya juga tinggi. Ini yang akan kita persiapkan juga,” pungkasnya.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjri Djufri dan sejumlah aktivis Porang dari berbagai daerah juga turut hadir dalam diskusi tersebut. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *