prabowo-serahkan-pesawat-made-in-ri-ke-au-senegal-5_169.jpeg

Prabowo Ekspor Pesawat ke Senegal Pakai Skema NIA, Apa Itu?

Diposting pada

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto belum lama ini menyerahkan Pesawat Patroli Maritim (MPA) CN235-220 kepada TNI Angkatan Udara Republik Senegal. Pesawat tersebut dibangun oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Pesawat CN235-220 MPA tersebut diekspor ke Senegal senilai Rp 354 miliar. Sebagian modal kerja pembuatan pesawat terbang dibiayai oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui program alokasi khusus pemerintah atau National Interest Account (NIA). Apa itu?

NIA adalah skema penugasan khusus pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memberikan pembiayaan ekspor untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan tetapi dianggap perlu oleh pemerintah.

Skema ini merupakan penugasan khusus Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan pembiayaan ekspor pesawat ke pasar Afrika dan Asia Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan ekspor produk unggulan dalam negeri dan industri strategis nasional untuk masuk ke pasar non tradisional.

“Alokasi khusus ke LPEI ini sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekspor, terutama di sektor-sektor strategis. Selain itu, saat ini pemerintah mendorong industri dalam negeri untuk mengekspor ke negara tujuan ekspor baru,” kata sekretaris LPEI Agus Windiarto. . , dikutip oleh Kementerian. dari situs Finance, Sabtu (20/3/2021).

Baca Juga :  Khawatir Wacana Revisi UU ITE, Habib Muannas: Jangan Kebablasan, Lebih Baik Diperketat!

Agus mengatakan peningkatan kinerja ekspor industri dalam negeri sangat penting untuk meningkatkan nilai neraca perdagangan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan nilai ekspor baik dari sisi volume ekspor maupun pasar tujuan ekspor.

Saat ini perluasan pasar negara tujuan ekspor ke negara non tradisional sangat terbuka, namun terdapat beberapa risiko khusus yang seringkali dihindari baik oleh bank dalam negeri maupun pelaku industri.

“Dukungan finansial kepada PT DI menjadi bukti bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan mampu menghubungkan industri strategis nasional untuk menembus pasar non tradisional,” ujarnya.

Ekspor pesawat ke Senegal dinilai memiliki nilai strategis bagi industri dalam negeri karena catatan penyediaan pesanan ekspor dan kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi tender internasional.

Dukungan finansial LPEI tidak hanya bermanfaat bagi PT DI, tetapi juga bagi industri pendukung lainnya di dalam negeri yang berperan dalam memenuhi kebutuhan industri penerbangan, antara lain sektor mesin landing gear, tube forming, polyurethane, heat treatment. , thermoforming akrilik, perkakas dan jig dan lusinan industri lainnya. [detik.com]

Baca Juga :  Maduro: Trump 2 Kali Ingin Menemui Saya, Tapi Dihalangi Pompeo dan Bolton

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *