Presiden Jamin Beri Insentif untuk Industri Pers – Aspiratif News

Presiden Jamin Beri Insentif untuk Industri Pers - Warta Batavia
Views: 2215
Read Time:3 Minute, 13 Second

Presiden Jamin Beri Insentif untuk Industri Pers – Aspiratif News

PRESIDEN Jokowi memastikan industri pers akan menerima sejumlah insentif dari pemerintah. Insentif diberikan untuk mengatasi ancaman penutupan perusahaan media dan pemutusan hubungan kerja para pekerjanya akibat pandemi covid-19. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo melalui juru bicaranya Fadjroel Rachman.

“Sebab perannya yang amat penting dalam demokrasi dan pemberitaan, Presiden Jokowi Memperingatkan ekosistem dan industri pers (media) mesti berjalan dengan sehat dan terlindungi agar masarakat dapat terus menerima kualitas info yang baik,” ujar Fadjroel di Jakarta, Minggu (26/7).

Fadjroel menyampaikan Presiden Joko Widodo menyadari negara memerlukan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan info, penyebaran hoaks, dan ucapan kebencian yang mengancam demokrasi. Pers juga dianggap penting untuk membangkitkan antusias positif yang mendukung produktivitas dan optimisme bangsa.

“Dalam iklim demokrasi pada waktu ini pers ialah pilar ke-4 demokrasi sesudah lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Orang pers baik yang Ada di media massa, baik cetak maupun elektronik, mempunyai peran dan andil yang amat besar bagi tegaknya hukum dan demokrasi di dalam negeri. Pers yang sehat membentuk demokrasi yang sehat dan negara berkeadilan,” ucap Fadjroel.

READ  Tidak Sisipkan TAP Pembubaran PKI, NasDem Bersikukuh Tolak RUU HIP - Aspiratif News

sebelum ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri hubungan dan Informatika Johnny G Plate, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan sejumlah perwakilan asosiasi media massa nasional di Jakarta, Jumat (24/7), menggelar perjumpaan secara daring. Dari hasil perjumpaan itu, muncul sejumlah Komitmen insentif yang akan diberikan.

Pemerintah akan menghapuskan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi kertas koran sebagaimana dijanjikan Presiden semenjak Agustus 2019. Dalam Peraturan Menteri Keuangan yang jadi peraturan pelaksana Perpres No 72 Tahun 2020, akan ditegaskan PPN kepada bahan baku media cetak jadi tanggungan pemerintah.

Lalu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan mengupayakan mekanisme penundaan atau penangguhan beban listrik bagi perusahaan media. Pemerintah juga akan menangguhkan Sumbangsih BPJS Ketenagakerjaan selama 12 bulan untuk industri pers dan industri lainnya, melalui beleid Keppres.

Pemerintah juga akan mendiskusikan dengan BPJS Kesehatan terkait penangguhan pembayaran premi BPJS Kesehatan bagi buruh media. Kecuali itu, pemerintah memberikan keringanan angsuran pajak korporasi di masa pandemi dari yang awalnya turun 30% jadi turun 50%.

READ  Kontrol Protokol Pariwisata Mesti Ketat - Aspiratif News

Insentif lainnya yang terkait ialah pemerintah akan membebaskan pajak penghasilan (PPh) karyawan yang berpenghasilan sampai Rp200 juta per bulan. Kecuali itu, seluruh kementerian/lembaga juga akan diinstruksikan agar mengalihkan anggaran belanja iklan, khususnya iklan pelayanan masarakat untuk media lokal. (P-5)


Presiden Jamin Beri Insentif untuk Industri Pers – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *