Jokowi-696x481.jpeg

Presiden Jokowi Beri Sinyal, “Geng” 212 Terdepak dari MUI!

Diposting pada

Kemarin Kamis (26/11) pagi, sebuah rentetan cuitan dari Presiden Jokowi cukup menarik perhatian saya, dan mungkin para netizen lain. Terkait MUI. Cuitan ini ditulis pada jam 8 pagi. Sedangkan kemarin itu memang akan ada Munas MUI yang akan menghasilkan susunan pengurus dan ketua yang baru. Tapi malamnya. Jadi ketika Presiden Jokowi merilis cuitan, asumsi kita bahwa MUI ya seperti yang biasanya. Bahkan kemarin juga masih bikin heboh dengan mempermasalahkan agama calon Kapolri kan? Maunya MUI Kapolri itu beragama Islam, gitu kan?

Berikut saya kutip cuitan Presiden Jokowi. “Saya bersyukur atas segenap ikhtiar MUI mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bangsa yang majemuk. Ikhtiar MUI itu didukung oleh semua elemen bangsa yang menyadari untuk hidup berdampingan dan bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan bangsa. Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian, jauh dari karakter ekstrem. Semangat dakwah keislaman kita adalah merangkul, bukan memukul, mengajak ke jalan kebaikan sesuai akhlak mulia Rasulullah SAW. Terima kasih kepada segenap pengurus MUI pusat dan daerah di seluruh Indonesia atas peran menjadi jembatan komunikasi ulama dengan pemerintah. Juga atas kontribusi membangun hubungan yang harmonis, bukan hanya di internal umat Islam, tapi juga antarumat beragama di Tanah Air.” link Twitter

Nggak ada yang salah dengan perkataan Presiden Jokowi, soal Islam sebagai rahmat ke semua alam dan Islam yang toleran. Namun ketika dikaitkan dengan MUI, ya itu malah sering kali dilanggar oleh MUI. MUI malah seringnya terlibat di ranah politik. Bagian MUI macam Tengku Zul juga kerap ketahuan menyebarkan hoaks dan bikin pernyataan provokatif. Ada pula Din Syamsuddin yang bergerak dengan KAMI-nya, dan bicara soal pemakzulan presiden. Terus terang capek lah mata dan kuping kita ini melihat kondisi MUI yang seperti itu.

Baca Juga :  Megawati: Masyarakat Sulit Sekali Disiplin Prokes, sampai TNI-Polri Diturunkan

Baca: Alhamdulillah! Pengurus MUI 2020-2025: KH Miftachul Akhyar Ketum, Nama Tengku Zulkarnain Dicoret

Saya dan para netizen pun dibuat bingung dengan pernyataan Presiden Jokowi. Kok bukan seperti mendeskripsikan MUI yang kita kenal selama ini. Bahkan oleh para netizen cuitan ini pun dibanjiri dengan komentar-komentar bernada protes. ”Masak iya pakdhe gk lihat bhw manusia manusia di MUI adalah srigala berbulu wedus..kaum radikal berkumpul di MUI apalagi si panjul blm pernah mengatakan pemerintahan bpk itu baik…malah memprovokasi agar mmbenci pemerintah,ealah dhe pakdhe malah peka rakyatmu ketimbang sampean,” tulis akun @zhibung. “Kalau aku sepakat MUI di bubarin aja pak @jokowi,” tulis akun @Gyoucancallme. ”Kalo kepengurusannya yg banyak di isi tokoh pendukung intoleran dan radikalisme, keberadaan MUI unfaedah pak..,” tulis akun @jokosantoso_id.

Baca: Resmi! Din Syamsuddin dan Geng 212 Dicoret dari Kepengurusan MUI 2020-2025

Siapa pun yang membaca cuitan Presiden Jokowi, pasti akan merasakan hal yang sama dengan para netizen itu. Ini Pak Jokowi apa nggak lihat kalau MUI justru suka mengobok-obok kesatuan dan persatuan bangsa. Bahkan sebelum Munas itu kan tersiar berita bahwa MUI akan membicarakan fatwa soal masa jabatan presiden, pilkada dan politik dinasti. Jadi bukan hanya ngurusin politik, namun juga tendensius. Kok kayak mau memojokkan Presiden Jokowi ya?

Baca Juga :  Alasan BLT Subsidi Gaji Dihapus, Ini Penjelasannya

Namun, semua kebingungan dan pertanyaan itu akhirnya terjawab. Dengan adanya berita pagi ini soal kepengurusan MUI yang baru. Pertama, Ketua Umum MUI terpilih adalah KH. Miftachul Akhyar. Beliau adalah seorang ulama dari NU, berasal dari Jawa Timur, putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah KH Abdul Ghoni. Sudah mengabdi di NU sejak usia muda, jabatan terakhir sebagai Rais Aam PBNU 2018-2020. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Keilmuannya tidak diragukan lagi. Sementara akhlak beliau dan ayahnya juga sangat terkenal dengan kesederhanaannya dan penghormatan luar biasa terhadap para tamunya.

Kedua, dari 5 fatwa MUI hasil Munas kemarin, tidak ada yang berhubungan dengan politik. Kelima fatwa ini terkait dengan soal penggunaan sel yang berasal dari bagian tubuh manusia sebagai bahan produksi obat dan vaksin, soal pendaftaran haji usia dini, soal pemakaian masker bagi yang sedang ihram haji/umrah, soal pembayaran setoran awal haji dengan utang dan pembiayaan, dan soal penundaan pendaftaran haji bagi yang sudah mampu.

Baca Juga :  Innalillah! Kabur dari Tes Swab, Puskesmas Kewalahan Cari Satu Lagi Tetangga Rizieq Reaktif Covid

Yang ketiga, dalam kepengurusan MUI, ternyata para tokoh 212 terdepak. Good news? Mereka yang tidak ada lagi di daftar kepengurusan MUI yang baru, termasuk : Din Syamsuddin, Bachtiar Nasir, Yusuf Martak dan Tengku Zulkarnain Sumber. Ini sebuah kejutan dan sebuah perkembangan yang sangat baik. Kekhawatiran kita terhadap kelakuan MUI yang nyeleneh pun lumayan terobati.

Dan ini lah sebenarnya arti sinyal yang diberikan oleh Presiden Jokowi dengan rangkaian cuitannya itu. Sebenarnya cuitan itu adalah jawaban dari aspirasi rakyat selama ini. Semua kritik dan kecaman terhadap MUI yang mengisi kehidupan kita, dijawab Presiden Jokowi dengan memberikan standard kualitas yang harusnya dipenuhi oleh MUI sebagai sebuah organisasi kumpulan para ulama. Terima kasih Pak Jokowi, saya jadi lega juga. Semoga MUI dengan pengurus barunya akan bersikap sesuai dengan apa yang sudah digariskan oleh Presiden Jokowi. Jangan melenceng ke mana-mana kayak dulu. Bahkan MUI ke depannya diharapkan lebih berperan untuk ikut melibas radikalisme dan intoleransi. Selalu dari kura-kura!

Ninanoor

Sumber: https://seword.com/politik/presiden-jokowi-beri-sinyal-geng-212-terdepak-6juIQPXx2m

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *