Problem Pembatasan Haji oleh Saudi, PBNU Imbau Ummat Islam Berbesar Hati – Aspiratif News

Views: 21
Read Time:2 Minute, 14 Second

Problem Pembatasan Haji oleh Saudi, PBNU Imbau Ummat Islam Berbesar Hati – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Pandemi Covid-19 yang belum berakhir sempat membikin Pemarintah Arab Saudi berpikir panjang untuk memutuskan keputusan taktik Pelaksanaan ibadah haji tahun 1441 H.


sesudah ditunggu-tunggu ummat Islam di seluruh dunia, Arab Saudi akhirnya menetapkan bahwa ibadah haji 1441 H tetap Dikerjakan. Akan tetapi, Pelaksanaan itu cuma terbatas bagi calon jamaah haji yang Ada di dalam negeri Arab Saudi.


Menyikapi keputusan tersebut, Sekretaris Jend. PBNU HA. Helmy Faishal Zaini menerangkan, keputusan tersebut tentu berdasar analisis, telaah, dan kajian yang mendalam dengan banyak pertimbangan.


“Salah satunya soal kesehatan dan pandemi Covid-19 yang tengah dialami oleh lebih dari 215 negara di dunia,” ujar Helmy dalam Penjelasan tertulisnya, Selasa (23/6).


Dia juga menyampaikan untuk jamaah Haji di Indonesia agar berbesar hati dan mengedepankan sikap arif bijaksana dalam memahami keputusan ini.

READ  Waktu Para Anggota Kongres AS Tidak mau Keras Aneksasi Israel - Aspiratif News


“Kami amat meyakini bahwa masarakat Indonesia juga dapat memahami keputusan tersebut,” jelas Helmy.


Helmy Menegaskan, PBNU menyokong usaha pemerintah Saudi yang membatasi hitungan total jamaah haji tersebut sebagai bagian dari usaha global untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. 


“Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari segala hal yang tengah kita alami bareng, khususnya yang secara spesial terkait dengan pandemi seperti waktu ini,” tandasnya.


Per hari ini, Selasa (23/6) Pemerintah Arab Saudi Mengumumkan untuk menggelar ibadah haji semasa pandemi Covid-19 pada tahun sekarang dengan hitungan total terbatas.


Haji cuma diperbolehkan bagi jemaah dari kewarganegaraan mana pun yang waktu ini sudah Ada di Arab Saudi.


sebelum ini, Arab Saudi telah membuka lockdown selama 74 hari pada Ahad (21/6). Sejumlah bagian perekonomian seperti pertokoan, perkantoran, masjid, kafe, restoran, dan bioskop telah diizinkan beroperasi.


Waktu lockdown diberlakukan pada Maret 2020 lalu, Makkah ialah satu-satunya provinsi yang ditutup 24 jam selama Ramadhan dan tetap Ada di bawah jam malam semenjak Idul Fitri dari pukul 15.00 sampai 06.00.

READ  Israel Kirim Dokter Pengidap Corona ke Tengah Tawanan Palestina


Pada bulan yang sama, Arab Saudi juga menutup akses penerbangan internasional dan meminta ummat Muslim menunda persiapan haji karena kekuatiran penularan Covid-19. Hal yang sama juga diberlakukan untuk umroh.


Pada tahun lalu ibadah haji diikuti 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia. Arab Saudi menerima pemasukan negara sebesar US$12 miliar (Rp169,9 triliun, kurs Rp14.122/dolar) tiap-tiap tahun dari ibadah haji dan umroh.


Keputusan menggelar haji dalam hitungan total terbatas pada tahun sekarang ditunaikan waktu Arab Saudi tengah berjuang menangani penyebaran Covid-19 yang jumlahnya telah mencapai 160 ribu Perkara positif dengan 1.300 kematian.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Abdullah Alawi

Masalah Pembatasan Haji oleh Saudi, PBNU Imbau Ummat Islam Berbesar Hati – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *