Produk Pekarangan Terserap Pasar, Prospek Pertanian Menjanjikan  – Aspiratif News

Views: 14
Read Time:3 Minute, 52 Second

Produk Pekarangan Terserap Pasar, Prospek Pertanian Menjanjikan  – Aspiratif News

MENANAM i pekarangan jadi bagian strategi ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 dan melarang ancaman krisis pangan.

Dalam kunjungannya di Pekarangan Pangan Lestari (P2L) KWT Binama Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (16/6), Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan pekarangan tidak cuma sanggup mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, pekarangan juga menjanjikan sebagai sumber pendapatan. 

Oleh karena itu, menurut Mentan SYL, lahan-lahan kosong jangan dibiarkan tidak ditanami sehingga tidak produktif sebagai sumber pangan yang dapat menopang ketahanan pangan.  

“Kewajiban kita memotivasi ibu-ibu dan bapak-bapak untuk mengembangkan lahan jadi penopang ketahanan pangan. Gunakan lahan yang ada sebagai sumber pangan,” ujarnya. 

“Semua orang butuh pangan. Produk sayuran dan buah-buahan yang berkualitas pasti dicari oleh pasar. Jikalau begitu prospek pertanian kita ini menjanjikan,” tambah Mentan SYL. 

KWT Binama jadi bagian kelompok yang produk pangan dari pekarangannya terserap oleh pasar. Ketua KWT Binama, Ratna Junianti mengungkapkan dia dan kelompoknya menghasilkan bermacam komoditas pangan dari pekarangan diantaranya selada keriting, lolorosa, romaine, horinso dan pakcoy.

READ  PDIP Tolak Usulan 10 Pimpinan MPR

Komoditas tersebut, menurut Ratna, lebih menguntungkan karena nilai jual yang bagus, tahan hama, dan berumur pendek sehingga dapat dipanen dan disemai saban bulan. Tidak cuma itu, kelompok ini juga menanam buah-buahan seperti jeruk, jambu, dan pepaya

“Kecuali untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil kebun pekarangan juga dijual dan selalu ludes terserap pasar, untuk grade A kita jual ke gudang sayur untuk pasar modern, grade B kita jual ke pasar tradisional dan grade C kita olah jus atau makanan untuk jual di warung yang dikelola anggota,” beber Ratna.

Lebih detail ia menerangkan jika semua hasil panen tidak ada yang terbuang, bahkan sampah sayuran pun diolah lagi untuk membikin pupuk kompos cair atau pupuk organik. Seperti juga limbah jeruk dipakai untuk membikin minyak urut dan minyak sereh wangi.

“Kami punya slogan “dari limbah jadi berkah”, untuk pupuk tanaman kami gunakan dari limbah dapur/ rumah tangga, semua kita manfatkan tidak ada yang terbuang,” ujarnya.

Ratna menambahkan, pandemi Covid-19 tidak memengaruhi aktivitas menanam di kelompoknya. Dia mengakui tidak pernah kekurangan sumber air karena mewajibkan anggotanya membikin kolam kecil di pekarangan masing-masing untuk menampung limbah air rumah tangga.

READ  Tidak Diusir Negara, PKB Persilakan Habib Rizieq Kembali ke Tanah Air

Limbah air buangan rumah tangga tersebut, menurut Ratna, akan disaring dengan mempergunakan arang dan ijuk agar menghasilkan air bersih yang layak untuk pertanaman.

“Air limbah buangan rumah tangga pun kita gunakan, selain itu disini juga sesungguhnya ada sumber air dan kami ada planning menarik air dari sana juga dengan mempergunakan sistem klep tanpa listrik,” ujarnya.

Dalam Kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung, Kementan, Hendriadi mengungkapkan, apa yang dicapai kelompok tersebut membuktikan bahwa aktifitas P2L Ialah power penting dalam menggerakkan dan memberdayakan masarakat untuk menyediakan pangannya secara mandiri, sekaligus dapat menghemat pengeluaran karena bahan pangan diperoleh dari kisaran tanpa mesti berbelanja ke pasar. 

Untuk itu, pihaknya akan terus mendorog masarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan juga sumber pendapatan bagi Famili. 

“Tahun 2020 sasaran P2L Ada di lebih dari 3.800 tempat di seluruh Indonesia dengan fokus aktifitas pada pembangunan rumah bibit, demplot, pertanaman, dan pascapanen serta pemasaran,” jelas Hendriadi. (OL-09) 

READ  Perbedaan Pandangan Ulama Soal hal Cahaya Rasulullah Waktu Lahir - Warta Batavia


Produk Pekarangan Terserap Pasar, Prospek Pertanian Menjanjikan  – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *